<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis dan Usulan Perbaikan Kinerja Supply Chain Menggunakan Scor Digital Standard Pada Proses Procurement PT Kereta Api Indonesia (Persero) Upt Balai Yasa Yogyakarta

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Sektor industri transportasi telah mencapai tingkat pertumbuhan PDB sebesar 13,96% dengan nilai 554,8 triliun rupiah dan merupakan tingkat pertumbuhan sektor industri tertinggi sepanjang tahun 2023. UPT Balai Yasa Yogyakarta, sebagai salah satu unit teknis PT KAI, bertanggung jawab atas perawatan dan perbaikan lokomotif untuk menjaga kualitas layanan. Proses procurement yang transparan, efektif, dan efisien menjadi salah kunci dalam manajemen sarana kereta api dengan memastikan ketersediaan material yang diperlukan. Namun, UPT Balai Yasa Yogyakarta menghadapi masalah keterlambatan pengadaan dari supplier yang mempengaruhi kinerja operasional sehingga diperlukan pendekatan Supply Chain Management (SCM) untuk mengoptimalkan aliran produk, informasi, dan finansial. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan pengukuran kinerja supply chain menggunakan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) Digital Standard yang dapat membantu dalam mengevaluasi dan memperbaiki kinerja supply chain khususnya pada atribut kinerja reliability. Melalui lima tahapan SCOR DS yaitu engage, define, analyze, plan, dan launch diketahui bahwa pada pengukuran matriks kinerja level-2 ditemukan dua matriks yang memiliki gaps, yaitu RL.2.5 Percentage of Orders Delivered In Full From the Supplier (98.01%) dan RL.2.6 Delivery Performance to Original Supplier Commit Date (89.35%) dengan gaps masing-masing sebesar 1.99% dan 10.65%. Kemudian pada matriks level-3 teridentifikasi bahwa terdapat 3 matriks yang memiliki gaps, yaitu RL.3.13 Delivery Item Accuracy from the Supplier, RL.3.14 Delivery Quantity Accuracy from the Supplier dan

RL.3.15 Supplier Achievement to Original Organization Commit Date dengan gaps masing- masing sebesar 1.99%, 1.99% dan 10.65%. Dengan adanya gaps tersebut, penelitian ini

memberikan rancangan proyek perbaikan berdasarkan best practices yang telah dianalisis menggunakan fishbone diagram dan diprioritaskan melalui priority matrix sehingga menghasilkan 7 proyek perbaikan yaitu Purchase Order Management, Supply Chain Optimization, Supplier Performance Evaluation, Material Requirement Planning (MRP), Supplier Delivery Performance Analysis, Procurement Terms and Conditions Review, dan Transportation Optimization.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By