Analisis Perencanaan Sistem Drainase Berbasis Sponge City di Kapanewon Gamping, Sleman
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan luas wilayah 29,3 km2 dan kondisi topografi relatif datar, mengalami perkembangan lahan terbangun yang semakin pesat. Perubahan tata guna lahan tersebut meningkatkan risiko terjadinya genangan, terutama di sepanjang Jalan Ringroad Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan debit limpasan akibat dinamika tata guna lahan serta merancang sistem drainase berbasis konsep sponge city sebagai solusi alternatif pengelolaan limpasan di kawasan perkotaan. Metodologi penelitian meliputi analisis hidrologi melalui delineasi Daerah Tangkapan Air (DTA), penentuan nilai koefisien limpasan, perhitungan intensitas hujan rencana, hingga estimasi debit limpasan pada tahun 2017, 2020, dan 2023. Hasil perhitungan kemudian dibandingkan dengan proyeksi debit dalam RTRW Kapanewon Gamping periode tahun 2021–2041 untuk mengetahui tingkat perubahan yang terjadi. Selanjutnya dilakukan simulasi penerapan konsep sponge city dengan skenario Low-LID, Mid-LID, dan High-LID guna mengevaluasi efektivitas pengurangan limpasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode 2017–2020 sebanyak 66,92% DTA mengalami peningkatan debit limpasan, dan pada periode 2020–2023 meningkat menjadi 83,71%. Jika dibandingkan dengan proyeksi RTRW sebanyak 97,44% DTA sesuai dengan nilai proyeksi, dengan kenaikan terbesar debit 205,83% terjadi di Desa Trihanggo. Penerapan konsep sponge city mampu mereduksi debit limpasan dengan pengurangan rata-rata sebesar 6,79% (Low-LID), 13,58% (Mid- LID), dan 27,15% (High-LID). Dengan demikian, sponge city berpotensi menjadi solusi pengelolaan limpasan yang berkelanjutan di wilayah perkotaan.