Penerapan Gaya Arsitektur Jepang Sebagai Konsep Creative Place-making Ruang Publik di Asha Akasa, DIY
Loading...
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Place-making merupakan sebuah proses membuat ruang yang memiliki makna tertentu dengan melibatkan individu maupun komunitas, lingkungan, dan sistem-sistem pada lingkungan. Dalam proses place-making sebuah ruang untuk komunitas, diperlukan konsep yang dapat mempermudah proses perancangan. Salah satunya adalah dengan menerapkan konsep yang sudah ada kemudian bisa diaplikasikan pada rancangan untuk mempermudah proses place-making tersebut. Pendekatan dalam perancangan arsitektur merupakan cara atau metode untuk merancang objek rancangan arsitektur. Menurut Wyckoff, Profesor di MSU Land Policy Institute, disebutkan bahwa setidaknya terdapat empat tipologi dari place-making, yaitu salah satunya adalah creative place-making. Asha Akasa merupakan Creative Leisure atau Creative Market yang bertemakan Japanese Village dengan suasana alam kaki gunung merapi. Terdapat penerapan gaya arsitektur Jepang dan aktivitas-aktivitas kreatif yang terlihat pada Asha Akasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan gaya arsitektur Jepang sebagai konsep creative place-making ruang publik di Asha Akasa. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif dan metode penelitian studi kasus. Hasil pembahasan pada penelitian ini juga didukung dengan kajian pustaka dan kegiatan survey lapangan. Dari hasil data analisis didapati bahwa penerapan gaya arsitektur Jepang menjadi salah satu upaya place-making di Asha Akasa dan konsep place-making di Asha Akasa merupakan kelompok creative place-making sebagai aktivitas.