Manajemen Risiko dengan Metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (Hirarc) berdasarkan ISO 45001:2018 Pada Proses Aircraft and Component Painting (Studi Kasus: PT Dirgantara Indonesia)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
PT Dirgantara Indonesia adalah perusahaan manufaktur kedirgantaraan yang berlokasi di
Bandung, Indonesia, dengan fokus pada desain, pengembangan dan produksi pesawat sipil
maupun militer. Sebagai salah satu perusahaan aerospace internasional, penerapan Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang sesuai standar global seperti ISO
45001:2018 menjadi penting untuk memastikan keselamatan pekerja dan kualitas operasional.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Risiko bahaya, menilai risiko, dan memberikan
rekomendasi pengendalian risiko pada proses pengecatan pesaswat dan komponennya di PT
Dirgantara Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Hazard Identification Risk
Assessment and Risk Control (HIRARC) untuk identifikasi dan penilaian risiko, serta Fault
Tree Analysis (FTA) untuk analisis penyebab risiko guna menentukan rekomendasi
pengendalian risiko, penelitian ini juga memanfaatkan metode Analytical Hierarchy Process
(AHP) untuk menentukan skala prioritas pengendalian risiko. Hasil penelitian menunjukkan 6
risiko bahaya dalam kategori very high dari 32 risiko bahaya yang teridentifikasi. Lalu, risiko
bahaya yang memiliki tingkatan very high dilakukan analisis penyebab risiko menggunakan
metode FTA. Hasil analisis menggunakan metode FTA menghasilkan 6 top event, 32 basic
event, dan 3 conditional event. Kemudian, metode AHP menghasilkan prioritas pengendalian
risiko yaitu risiko kebakaran pada aktivitas paint spray component di spraybooth, terjatuh dari
level tinggi pada aktivitas paint spray aircraft, risiko kebarakan pada aktivitas pengeringan cat
di ruang oven cat.