<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Asbuton B20 dengan Bahan Peremaja Oli Bekas sebagai Stabilisator Tanah Lempung untuk Subgrade Jalan Raya

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Tanah dasar (subgrade) adalah lapisan bawah sebagai pendukuug perkerasan diatasnya. Masalah yang sering ditemui pada tanah lempung sebagai tanah dasar adalah nilai plaslisitasnya tinggi, kembang susut tinggi, sehingga tidak memenuhi persyaratan sebagai tanah dasar. Asbuton sebagai bahan stabilisator dengan bahan peremaja oli bekas merupakan salah satu usaha untuk memperbaiki sifat sifat tanah lempung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kemampuan asbuton dengan peremaja oli bekas sebagai stabilisator tanah lempung. Penelitian dilakukan cli laboratorium dengan cara yaitu sifat fisik, batas plastis dan mekanik tanah yaitu analisa saringan, berat jenis, kadar air, uji proktor, berat volume tanah, kembang susut dan nilai CBR. Bahan stabilisator menggunakan asbuton dengan bahan pelarut oli bekas. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap, tahap pertama dilakukan pengujian sifai fisik dan batas plastis tanah asli. tahap kedua dilakukan untuk mendapatkan W optimum, berat volume maksimum dan 5 variasi kadar asbuton yaitu 0%, 5%, 10%, 15%. 20%. Penelitian tahap keliga dilakukan uji batas plastis, uji CBR, kuat tekan bebas dan uji geser langsung. Hasil penelitian menunjukkan penambahan asbuton dan oli bekas mengakibatkan terjadinya penurunan nilai batas cair sebesar 37,9%,. batas plastis sebesar 6,27%, indeks plaslisitas sebesar 73,12%,. dan menaikkan nilai batas susut sebesar 14,S6%. Nilai kadar air optimum (21,26%) dan berat volume kering (1,60482 kg cm²) dicapai pada kadar asbuton 10%, sedangkan penambahan kadar asbuton 15%, dan 20%, menurun sebesar 2.63%. Nilai CBR pada semua kadar asbuton mengalami kenaikan seirmg dengan lama pemeraman (18 hari) sebesar 2,72%. Penambahan kadar asbuton dapat meningkatkan nilai tegangan geser (1,337 kg cm²) sebesar 23,6%, pada kadar 5%, dan 10%, dan nilai koliesi (0,47 kg cm²)sebesar 12,2%, pada kadar 5%, dan 10%,, sedangkan pada kadar 15%, dan 20%, menurun sebesar 8X%. Penambahan kadar asbuton dapat meningkatkan nilai sudut pecah tanah asli dari 10° sampai 29°dan sudut geser dalam tanah asli dan 15,6° sampai 31,4°. Asbuton dengan peremaja oli bekas dapat digunakan untuk memperbaiki lapisan tanah dasar (subgrade). Penambahan Asbuton lehih dari 10%, dengan jumlah kadar oli rang soma (100 ml) sebagai peremaja asbuton akan menurunkan nilai CBR karena mempengaruhi jarak antara butiran tanah sehingga kepadatan tanah menurun. Semakin lama pemeraman diperoleh tegangan maksimal yang baik karena proses pengeluaran aspal dan asbuton dapat berjalan baik dengan melode slow curing. Kata-kata kunci : Asbuton ; Oli Bekas ; Stabilisator ; tanah Lempung .Subgrade; Daya Dukung Tanah.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By