<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Usulan Peningkatan Kinerja Rantai Pasok Pada Atribut Kinerja Responsiveness Menggunakan Metode Supply Chain Operation Reference Digital Standard (Scor Ds) Version 14.0 Racetrack (Studi Kasus: Raxsa.co Apparel)

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Yogyakarta merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan pertumbuhan UMKM yang pesat. Ada berbagai macam jenis industri UMKM yang berkembang salah satunya Industri konveksi yang termasuk dalam turunan industri pengolahan. Salah satu UMKM konveksi yang berada di daerah Yogyakarta adalaha Raxsa.co Apparel yang memproduksi berbagai macam jenis pakaian seperti kaos, PDL, jaket, topi, dan lainnya. Dalam upaya mengembangkan bisnisnya, tentu saja Raxsa.co Apparel menghadapi berbagai permasalahan yang cukup berisiko seperti permasalahan terkait kemunduran waktu dalam memenuhi pesanan pelanggan. Hampir disetiap bulannya pada periode Oktober 2023 – Maret 2024, terdapat lebih dari 50% pesanan mengalami keterlambatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan perbaikan untuk mengatasi permasalahan yang ada dengan menggunakan metode SCOR DS Version 14.0 Racetrack. Menurut SCOR DS Version 14.0, permasalahan ini berkaitan dengan kecepatan perusahaan dalam melaksanakan tugas pesanan hingga sampai ke pelanggan yang mana hal ini merujuk pada performance attribute Responsiveness. SCOR DS Version 14.0 Racetrack memiliki 5 tahapan yaitu, Engage, Define, Analyze, Plan, dan Launch. Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan, terdapat gap pada metric level-2 RS. 2.3 Transform Cycle Time sebesar 3,2 hari dan gap pada metric level-3 yaitu RS.3.14 Issue Material Cycle Time sebesar 272 menit (0,6 hari) dan RS. 3.15 Produce and Test Cycle Time sebesar 1092 menit (2,6 hari). Dengan adanya gap tersebut, perusahaan akan diberikan proyek usulan perbaikan yang menjadi prioritas untuk diimplementasikan. Rekomendasi perbaikan berdasarkan Best Practice pada website ASCM mengikuti kondisi perusahaan. Usulan perbaikan yang menjadi prioritas yaitu Inventory data collection (BP.159 Electronic Data Interchange (EDI)) dan SOP (BP.155 Standard Operating Procedures (SOP)).

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By