` PENERAPAN METODE ANALISIS MANFAAT BIAYA PADA PENILAIAN KELAYAKAN PERENCANAAN ULANG PROYEK INFRASTRUKTUR JALAN (THE APPLICATION OF COST BENEFIT RATIO ANALISYS METHOD OF THE ROAD INFRASTUCTURE REDESIGN PROJECT FEASIBILITY)
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Infrastruktur adalah bagian penting dari kehidupan manusia, salah satu infrastruktur tersebut adalah jalan, sebagai sarana transportasi yang menjadikan lalu-linyas aman dan nyaman. Ruas jalan Kepurun-Panggang merupakan salah satu jalan di Kabupaten Klaten. Ruas jalan ini selain berperan penting bagi mobilisasi warga sehari-hari, juga berfungsi sebagai jalur evakuasi Gunung Merapi. Atas dasar itu diperlukan fasilitas jalan yang memadai dan optimal dalam pelayananya, maka perlu rasanya dilakukan peningkatan kualitas ruas Jalan Kepurun-Panggang. Oleh sebab itu perlu diadakan penelitian guna mengetahui layak tidaknya dan juga biaya yang dibutuhkan jika dilakukan peningkatan kualitas jalan Kepurun-Panggang. Penelitian berikut menggunakan pedoman Pd T-14-2003 terbitan Departemen dan Prasarana Wilayah dalam perhitungan desain perkerasan. Sedangkan untuk perhitungan biaya digunkan Analisa Harga Satuan Pekerjaan Bina Marga tahun 2016. Untuk perhitungan biaya perawatan digunakan strategi perawatan dari Pennsylvania Department of Transportation. Sedangkan untuk perhitungan manfaat digunakan pedoman Pd T-15-2005-B terbitan Departemen Pekerjaan Umum. Sebagai akhiran, untuk mengetahu layak tidaknya proyek tersebut secara ekonomi, digunakan metode Analisa Manfaat-Biaya. Data yang digunakan untuk merancang tebal perkerasan jalan merupakan data pendekatan survei dari pihak pemilik proyek sebelumnya. Sedangkan untuk menghitung biaya upah digunakan Standarisasi Upah, Barang, dan Jasa Tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Klaten. Untuk nilai inflasi didapatkan dari nili rata-rata inflasi 5 tahun terakhir dari Bank Indonesia, hal ini diperlukan untuk menghitung biaya perawatan di masa depan. Penelitian menghasilkan tebal perkerasan kaku sebesar 210 mm, dengan lapis pondasi agregat setebal 100 mm. biaya konstruksi sebesar Rp 7.386.039.753 biaya siklus hidup sebesar Rp 7.928.884.737,97, dan manfaat dari penghematan biaya operasi kendaraan didapatkan nilai sebesar Rp 1.695.003.166,43. Hasil dari Analisis Manfaat-Biaya maka rasio B/C yang diperoleh adalah sebesar 0,21. Hal ini berarti jalan yang di desain untuk peningkatan kualitas dengan perkerasan kaku tersebut dianggap tidak layak atau tidak memenuhi indicator kelayakan ekonomi yang mengharuskan rasio B/C diatas 1,0.