<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Studi Pemanfaatan Serbuk Besi Sebagai Koagulan untuk Menurunkan Kekeruhan pada Air Baku PDAM Kota Pontianak

dc.contributor.authorTera Desy Harysanty, 99513011
dc.date.accessioned2020-04-16T10:16:45Z
dc.date.available2020-04-16T10:16:45Z
dc.date.issued2004
dc.description.abstractSungai Kapuas merupakan salah satu sumber air permukaan yang selama ini digunakan oleh PDAM kota Pontianak sebagai sumber air baku. Masalah yang sering dihadapi dalam pengolahan air baku yang berasal dari air sungai adalah tingkat kekeruhan yang tinggi. Kekeruhan air disebabkan hadirnya partikel-partikel koloid yang dapat berasal dari partikel tanah, lempung maupun lanau. Selain itu beberapa material organik maupun anorganik dapat mempengaruhi kualitas air. Air sungai umumnya memiliki fluktuasi harian, baik kekeruhan maupun warna. Serbuk besi yang berasal dari limbah pemotongan atau gergajian besi dapat dimanfaatkan sebagai koagulan. Serbuk besi yang digunakan sebagai koagulan pada penelitian mi telah mengalami oksidasi dan memhentuk korosif besi. Koagulan serbuk besi dapat bekerja dengan baik padapH antara 8-11, oleh karena itu sebelum menentukan konsentrasi dan dosis optimum koagulan serbuk besi, maka ditambahkan Ca(OH)₂ sebagai kontrol pH. Penentuan konsentrasi serbuk besi ditetapkan berdasarkan pertimbangan penurunan tingkat kekeruhan. Penggunaan Ca(OH)₂ optimum (konsentrasi 8% dengan dosis 3 ml) dan serbuk besi optimum (konsentrasi 2,5% dengan dosis 3 ml) pada psoses koagulasi-flokulasi dapat menurunkan tingkat kekeruhan dengan efisiensi hingga 84,15%. Air baku dengan kekeruhan awal 20,5 NTH setelah proses koagulasiflokulasi dapat diturunkan hingga 3,25 NTH, sehingga kekeruhan air memenuhi syarat kualitas air minum sesuai dengan Keputusan menteri Kesehat RI Nomor 907 MENKES SK VII 200. Penurunan kekeruhan pada proses koagulasi-flokulasi dapat dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya kecepatan pengadukan. Pada waktu pengaturan kecepatan pengadukan dari kecepatan koagulasi beralih menuju kecepatan flokidasi dilakukan berangsur-angsur turun atau bertahap agar flok yang terbentuk tidak terpecah kembali, sehingga partikel koloid bersama koagulan dapat mengendap sempurna dan kekeruhan turun lebih optimum.en_US
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/19453
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectStudi Pemanfaatan Serbuk Besien_US
dc.subjectKoagulanen_US
dc.subjectMenurunkan Kekeruhanen_US
dc.subjectAir Baku PDAM Kota Pontianaken_US
dc.titleStudi Pemanfaatan Serbuk Besi Sebagai Koagulan untuk Menurunkan Kekeruhan pada Air Baku PDAM Kota Pontianaken_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 2 of 2
Loading...
Thumbnail Image
Name:
99513011 Tera Desy Harysanty.pdf
Size:
4.37 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
99513011 Tera Desy Harysanty-2.pdf
Size:
190.05 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: