Analisis Pengaruh Semen dan Pasir Laut Terhadap Parameter Kuat Geser Tanah dengan Uji Triaksial Unconsolidated Undrained dan Geser Langsung
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Kondisi tanah di Desa Kedungsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulonprogo Daerah
Istimewa Yogyakarta, ditemukan kondisi dimana tanah banyak mengandung kadar lempung. Akibat
tingginya kadar lempung menyebabkan kondisi retak pada tanah dan juga banyak ditemukan kondisi
tanah yang bergelombang, faktor dari permasalahan tersebut dikarenakan kondisi tanah memiliki kuat
geser yang rendah sehingga perlu dilakukan stabilisasi. Pada penelitian kali ini dilakukan untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh semen dan pasir laut dengan kadar tertentu sebagai bahan
stabilisasi tanah lempung terhadap parameter kuat geser tanah.
Penelitian ini dilakukan pengujian geser langsung dan pengujian triaksial UU guna
mendapatkan nilai parameter kuat geser tanah yaitu nilai kohesi (c) dan nilai sudut geser dalam (φ)
dengan sampel tanah asli dicampur dengan kadar semen 3%, 7%, dan 10% dan tanah asli dengan
campuran kadar semen optimum 10% yang dicampur dengan variasi kadar pasir laut sebesar 5%, 10%,
15%, dan 20% terhadap berat kering sampel tanah dengan masa pemeraman 0 hari, 4 hari, dan 14 hari.
Hasil penelitian yang diperoleh, nilai parameter kuat geser tanah optimum pada tanah asli
campuran semen terjadi pada pencampuran semen 10% waktu pemeraman 14 hari, dengan pengujian
geser langsung diperoleh nilai kohesi (c) = 1,00 kg/cm2 dari 0,326 kg/cm2 nilai kohesi tanah asli, dan
sudut geser dalam (φ) = 29,382° dari 24,207°, pada pengujian triaksial uu nilai kohesi (c) = 1,136 kg/cm2
dari 0,472 kg/cm2 kohesi tanah asli, nilai sudut geser dalam (φ) = 28,789° dari 23,866° dari 24,207°
tanah asli. Penambahan variasi kadar pasir laut pada sampel tanah + semen 10% mempengaruhi nilai
parameter kuat geser tanah, sudut geser dalam cenderung mengalami peningkatan dengan nilai sudut
geser dalam tertinggi yaitu pada campuran pasir laut 20%, pada pengujian triaksial uu masa pemeraman
0 hari, 4 hari, dan 14 hari didapat nilai sudut geser dalam (φ) = 30,084° dari 26,982°, (φ) = 32,094° dari
27,969°, dan (φ) = 32,773° dari 28,789°. Pada pengujian geser langsung masa pemeraman 0 hari, 4 hari,
dan 14 didapatkan nilai sudut geser dalam (φ) = 31,417° dari 27,296°, (φ) = 31,856° dari 28,450°, dan
(φ) = 33,094° dari 29,382°. Sedangkan semakin tinggi kadar pasir laut maka nilai kohesi akan cenderung
mrnurun, penurunan nilai kohesi paling rendah yaitu pada penambahan pasir laut 5%. Pada pengujian
triaksial uu masa pemeraman 0 hari, 4 hari, dan 14 hari didapatkan nilai kohesi (c) = 0,718 kg/cm2 dari
0,723 kg/cm2, (c) = 0,871 kg/cm2 dari 0,874 kg/cm2, (c) = 1,134 kg/cm2 dari 1,136 kg/cm2. Pada
pengujian geser masa pemeraman 0 hari, 4 hari, dan 14 hari didapatkan nilai kohesi (c) = 0,559 kg/cm2
dari 0,667 kg/cm2, (c) = 0,664 kg/cm2 dari 0,706 kg/cm2, (c) = 0,963 kg/cm2 dari 1,000 kg/cm2.