<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DAN KECENDERUNGAN RELAPSE PADA PECANDU NARKOBA YANG MENJALANI REHABILITASI

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan negatif antara Self Efficacy dan Kecenderungan Relapse pada pecandu narkoba yang menjalani rehabilitasi. Hipotesis awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara Self efficacy dan Kecenderungan Relapse pada pecandu narkoba yang menjalani rehabilitasi. Subjek dalam penelitian ini adalah para pecandu narkoba yang sedang menjalani proses pemulihan di pusat rehabilitasi narkoba di Yogyakarta di unit rawat jalan dan rawat inap, yaitu berjumlah 59 orang. Penelitian ini menggunakan skala Self Efficacyyangdisusun oleh peneliti sebelumnya, yaitu Noviza (2008) dan telah dimodifikasi oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek Self Efficacy mengacu pada teori yang dikembangkan oleh Corsini (1994) dan berjumlah 26 aitem. Sedangkan untuk skala Kecenderungan Relapse menggunakan skala yang diadaptasi oleh peneliti sebelumnya, yaitu Rozi (2016) dan dimodifikasi oleh peneliti mengacu pada tahap-tahap relapse yang dikembangkan oleh Gorski dan Miller (1986). Skala ini merupakan skala likert dengan rentang skor satu sampai empat dan berjumlah 16 aitem. Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi product moment menunjukkan nilai sebesar r = -0,352 (p=0,006), yang artinya terdapat hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara Self efficacy dan Kecenderungan Relapse pada pecandu narkoba yang menjalani rehabilitasi. Sehingga, hipotesis penelitian diterima.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By