Ruang untuk Bertumbuh: Desain Partisipatif Masjid dan Auditorium STIKES Wonosobo sebagai Wajah Identitas Kampus
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Perancangan Masjid dan Auditorium STIKES Wonosobo dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan ruang representatif yang mampu mengakomodasi aktivitas akademik dan spiritual secara seimbang. Selama ini, ketiadaan kedua fasilitas tersebut menjadi hambatan dalam membentuk ekosistem kampus yang utuh, baik dari segi fungsi, kenyamanan, maupun identitas. Pendekatan partisipatif digunakan sebagai metode utama, di mana mahasiswa, dosen, dan pengelola kampus turut dilibatkan dalam merumuskan aspirasi serta kebutuhan ruang. Hasil desain menghadirkan perpaduan antara arsitektur lokal Wonosobo, simbolisme Timur Tengah, dan pendekatan modern yang adaptif baik dari segi bentuk, material, maupun sistem ruang. Masjid dan auditorium dirancang dalam satu kesatuan bangunan vertikal yang dinamis, merepresentasikan sinergi antara spiritualitas, ilmu pengetahuan, dan perkembangan zaman. Elemen modern seperti fasad perforated, ventilasi alami, serta fleksibilitas ruang juga diterapkan untuk menjawab tuntutan masa kini tanpa menghilangkan akar budaya lokal. Setiap sudut bangunan mengandung makna seperti kubah bersisi dua belas yang merepresentasikan lambang bintang
Muhammadiyah sebagai simbol cahaya, arah, dan nilai- nilai yang membimbing. Ruang ini menjadi bukan sekadar tempat aktivitas, tetapi juga landmark arsitektural yang menghidupkan kembali identitas kampus dengan nuansa progresif.