<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hubungan Kejadian Ispa Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Dengan Asi Ekslusif Dibandingkan Dengan Bukan Asi Eksklusif Di Puskesmas Ngaglik I Sleman Yogyakarta Periode Januari - Desember 2011

dc.Identifier.NIM09711292
dc.contributor.advisorDr. Mts Darmawan Sp.A
dc.contributor.authorWidyantoro, Rolly Catur
dc.date.accessioned2020-12-01T05:21:45Z
dc.date.available2020-12-01T05:21:45Z
dc.date.issued2013-02-13
dc.description.abstractInfeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab angka kejadian dan kematian di dunia. Hampir empat juta orang meninggal akibat ISPA setiap tahun. Tingkat mortalitas begitu tinggi pada bayi dan anak-anak, terutama di negara berkembang yang berpenghasilan rendah. Angka mortalitas ISPA yang berat masih tinggi. Kematian seringkali disebabkan oleh penderita datang berobat dalam keadaan cukup berat dan sering disertai dengan penyulit dan kurang gizi. Kelompok usia 6-23 bulan adalah kelompok umur yang paling rentan untuk mengalami penyakit ini. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan angka kejadian ISPA pada anak usia 1-2 tahun dengan pemberian ASI ekslusif di Puskesmas Ngaglik I Periode Januari - Desember 2011. Metode : Penelitian ini menggunakan dengan cross sectional. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien anak yang menderita ISPA di Puskesmas Ngaglik I Periode Januari - Desember 2011.Sampel penelitian harus memenuhi kriteria inklusi dan Kriteria eksklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan Sampel penelitian ini akan menggunakan total sampling. Hasil : Hasil penelitian pada penelitian ini, didapatkan hasil yang menyatakan bahwa usia nilai p 0,000 memiliki hubungan secara signifikan (p<0,05). Selain itu, kejadian ISPA pasien dengan jenis kelamin memiliki nilai p 0,013 nilai tersebut menunjukkan bahwa (p <0,05), dan kejadian ISPA pasien dengan faktor status gizi memiliki nilai p 0,021 nilai tersebut menunjukkan bahwa (p <0,05), serta kejadian ISPA pasien dengan status ASI Esklusif memiliki nilai p 0,000 nilai tersebut menunjukkan bahwa (p <0,05). Selai itu, kejadian ISPA pasien dengan status BBLR memiliki nilai p 0,000 nilai tersebut menunjukkan bahwa (p <0,05). Simpulan : Terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, status gizi, ASI Esklusif dan riwayat BBLR anak dengan kejadian ISPA pada anak di Puskesmas Ngaglik I Periode Januari - Desember 2011. Faktor yang paling berpengaruh berturut-turut pada kejadian ISPA di Puskesmas Ngaglik I Periode Januari - Desember 2011 adalah status gizi, jenis kelamin dan status Imunisasi.en_US
dc.identifier.urihttps://repository.uii.ac.id/handle/123456789/25547
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBBLRen_US
dc.subjectstatus gizi dan ASI Esklusifen_US
dc.subjectjenis kelaminen_US
dc.subjectusiaen_US
dc.subjectFaktor Risikoen_US
dc.subjectISPAen_US
dc.titleHubungan Kejadian Ispa Pada Bayi Usia 0-12 Bulan Dengan Asi Ekslusif Dibandingkan Dengan Bukan Asi Eksklusif Di Puskesmas Ngaglik I Sleman Yogyakarta Periode Januari - Desember 2011en_US
dc.typeThesisen_US

Files

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: