Hardening Sistem Informasi Sekawan V2 menggunakan Framework Owasp
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Teknologi sistem informasi telah digunakan dalam berbagai bidang. Salah satu penerapan hal tersebut adalah sistem informasi perguruan tinggi berupa aplikasi berbasis web yang telah digunakan di berbagai universitas dan sekolah di Indonesia. Besarnya jumlah pengguna teknologi tersebut, tidak luput dari pantauan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Data-data yang bersifat sensitif berisiko tersebar ke dunia maya, dan dapat digunakan oleh individu ataupun organisasi dengan tujuan yang negatif. Dengan berbagai risiko dan ancaman tersebut, diperlukan tindakan lanjut untuk mencegah hal tersebut terjadi. Hardening atau pengerasan keamanan adalah salah satu cara untuk mengurangi celah
keamanan dan ancaman yang dapat menyerang sistem informasi. Secara garis besar tahap- tahap yang dilakukan adalah dengan mencari celah keamanan pada sistem informasi tersebut
baik dengan pengujian ataupun inspeksi kode sumber aplikasi. Lalu dilanjutkan dengan melakukan perbaikan pada sistem tersebut dengan cara mengubah kode atau konfigurasi yang sebelumnya telah diterapkan menjadi yang lebih aman ataupun dengan menambahkan fungsi keamanan lainnya. Langkah terakhir yang ditempuh adalah melakukan pengujian kembali dengan tujuan untuk mengetahui hasil dari perbaikan keamanan yang telah dilakukan. Proses hardening dilakukan dengan kerangka kerja Open Web Application Security Project (OWASP). Dua sumber yang digunakan adalah: OWASP Top 10 2021 dan OWASP Web Security Testing Guide (WSTG) Stable Version: During Development. Pemilihan OWASP Top 10 2021 didasarkan pada kelengkapan informasi (deskripsi, pencegahan, contoh skenario serangan, referensi, mapping CWE) dan keterbaruan informasi celah keamanan yang terdapat dalam publikasi tersebut. OWASP WSTG-Stable dipilih karena sesuai dengan tahap pengembangan perangkat lunak yang sedang dilakukan pada saat penelitian dilaksanakan, yaitu during development. Pada penelitian ini terdapat empat kategori celah keamanan yang termasuk dalam OWASP Top 10 2021 yang telah ditemukan, diuji, dan diperbaiki pada Sistem Sekawan v2. Pada aplikasi backend terdapat satu celah keamanan, aplikasi frontend dua celah keamanan, dan server sebanyak dua kerentanan.