<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

REDESAIN ATAP PASAR TRADISIONAL KAPAR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Di Indonesia sangat mudah dijumpai yang namanya Pasar Tradisional. Pasar ini dimiliki hampir disetiap tempat di Indonesia. Pasar tradisional memiliki peranan penting untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat sekitarnya. Pasar Tradisional biasanya dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Pasar Tradisional mewadahi kegiatan jual beli masyarakat dan tepat bertemunya para pedagang dan pembeli. Salah satu Pasar Tradisional adalah di Jalan Jembatan 1 Juli, Desa Kapar, Kec. Murung Pudak, Kab. Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan. Namun sayangnya dikarenakan kondisi umur yang sudah cukup tua, pasar ini mulai mengalami beberapa permasalahan seperti fasade bangunan yang sudah tidak menarik, tidak adanya jalan masuk keluarnya udara ketika pasar sedang ramai, terasa panas ketika berada di dalam pasar, dan ketika sedang ramai pasar menjadi gelap apalagi banyaknya tenda-tenda liar oleh para pkl di sekitarnya. Masalah-masalah tersebut membuat aktivitas jual beli dan kegiatan masyarakat di pasar menjadi tidak nyaman. Maka dari itu maka tujuan dari rancangan ini dibuat untuk redesain atap pada Pasar Tradisional Kamar dengan pendekatan arsitektur tropis. Arsitektur tropis mempunyai prinsip untuk menekan dampak negatif dari iklim terhadap perancangan bangunan sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi pengguna melalui desain arsitektural. Metode yang digunakan dalam perancangan ini memiliki empat tahapan yaitu tahap pengumpulan data, analisis, gagasan awa, penyusunan desain, dan pengaplikasian pendekatan arsitektur tropis. Pada atap menerapkan atap miring untuk merespon curah hujan yang cukup tinggi, menggunakan material lokal yaitu kayu ulin dan atap sirap untuk menahan hawa panas masuk kedalam bangunan. Selain itu juga penggunaan kayu ulin ini cukup kuat tahan terhadap air, dan tahan lama. Perbedaan level atap untuk membuat rongga-rongga sebagai jalan masuknya cahaya dan udara alami ke bangunan. Orientasi atap menghadap ke Utara-selatan selain menghindari panas juga memberikan wajah pasar ke jalan di depannya. Bentukan atap mengadaptasi bentukan atap rumah banjar yaitu bubungan tinggi yang menjadi identitas budaya lokal. Kemudian dilakukan pengujian terhadap pencahayaan bangunan dengan hasil yang maksimal. Sehingga redesain ini sudah mengaplikasikan prinsip-prinsip arsitektur tropis. Diharapkan inovasi redesain ini dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Pasar Tradisional Kapar serta meningkatkan nilai budaya lokal daerah.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By