Pemahaman Terhadap Poligami dalam Perspektif Pendidikan Islam
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Dalam perspektif pendidikan Islam, masalah poligami diberi peluang untuk dilaksanakan oleh kaum muslim, sebagaimana di tunjukkan oleh Allah Swt melalui firmanNya dalam Al-Qur'an surat An-Nisa ayat 3, yang berbunyi: "Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga atau empat, Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja". Akan tetapi, melalui peraturan pemerintah No 10 tahun 1979 Pemerintah Republik Indonesia melarang para suami yang berstatus Pegawai Negeri Sipil untuk mempunyai istri lebih dari satu orang. Kehadiran peraturan pemerintah ini mempunyai dampak terhadap munculnya fenomena poligami. Praktek poligami yang semula dilakukan secara terang-terangan, kini dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi sedemikian rupa, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan sosial-budaya dan ekonomi bagi keluarga yang melakukan poligami serta masyarakat disekitarnya. Bertitik tolak dari permasalahan diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang "Pemahaman terhadap poligami dalam perspektif pendidikan Islam (studi kasus di Kabupaten Serang)". Sedangkan permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah: Sejauhmana pemahaman masyarakat muslim di Kabupaten Serang terhadap poligami. Guna memahami latar belakang dan mendalami hakekat permasalahan dalam penelitian ini, penulis melakukan studi library (studi pustaka) dan studi lapangan di lokasi penelitian. Kemudian penulis menggunakan pendekatan kualitatif serta tehnik pengumpulan datanya berbentuk angket, wawancara, observasi dan studi pustaka. Penulis juga menggunakan tehnik persentase dan interpretasi data sebagai tehnik analisis datanya. Setelah, dilakukan penelitian dan analisis data hasil penelitian, dapat ditemukan kesimpulan sebagai berikut; 1. Terdapat beberapa faktor yang menimbulkan terjadinya poligami di Kabupaten Serang, diantaranya: faktor perjuangan agama (dakwah Islamiyah), faktor peramutan sosial, faktor biologis dan faktor takdir. 2. Masyarakat muslim di Kabupaten Serang, cenderung melakukan poligami sebagai tindakan yang dibolehkan dalam agama, disampimg sebagai tindakan preventif munculnya kerusakan moral dimasyarakat. 3. Pemahaman masyarakat muslim terhadap poligami dalam perspektif pendidikan Islam di Kabupaten Serang memperlihatkan suatu pemahaman yang positif. Sebab pengaturan masalah pollgami adalah merupakan ajaran agama yang sudah digariskan dalam Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah saw.