Analisis Penggunaan Antibiotik Berdasarkan Klasifikasi Aware Pada Kasus Pneumonia di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta Periode 2023
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Pneumonia masih menjadi masalah kesehatan global dengan angka kejadian relatif tinggi, berkisar antara 15-20% di seluruh dunia. Tingginya resistensi antibiotik menambah kesulitan dalam pengobatan penyakit ini. Untuk mengatasi dampak resistensi, WHO telah mengeluarkan pedoman dengan klasifikasi AWaRe dan salah satu upaya oleh WHO yaitu merekomendasikan metode ATC/DDD. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2023 berdasarkan jenis, kuantitas, maupun klasifikasi AWaRe. Metode: Penelitian non eksperimental dengan desain cross sectional menggunakan data retrospektif dari Instalasi Rekam Medis. Data diolah dan dianalisis menggunakan Microsoft Excel dengan metode ATC/DDD dan DU 90% kemudian dikelompokkan berdasarkan klasifikasi AWaRe. Hasil: Terdapat 23 jenis antibiotik berdasarkan kode ATC J01 pada tahun 2023 dengan 3 antibiotik penggunaan tertinggi yaitu levofloksasin 32,236 DDD/100 HR, azitromisin 27,53 DDD/100 HR, dan seftriakson 17,044 DDD/100 HR. Antibiotik yang konsisten masuk dalam segmen DU 90% yaitu levofloksasin, azitromisin, seftriakson, dan seftazidim. Berdasarkan klasifikasi AWaRe, persentase golongan watch lebih tinggi sebesar 87,96% diikuti golongan access 11,04%, dan reserve 1,00%. Kesimpulan: Antibiotik dengan penggunaan tertinggi pada pneumonia tahun 2023 adalah levofloksasin dengan persentase golongan watch lebih tinggi dibandingkan access maupun reserve.