<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Penggunaan Analgesik dan Sedatif Pada Pasien ICU di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Latar Belakang: Intervensi di Intensive Care Unit (ICU) umumnya menimbulkan rasa nyeri sehingga membutuhkan terapi analgesik dan atau sedatif. Penggunaan analgesik dan sedatif secara bersamaan memiliki risiko interaksi obat yang berpotensi mengubah efek atau hasil terapi. Tujuan: Untuk menganalisis profil penggunaan, interaksi obat serta hasil terapi analgesik dan sedatif pada pasien ICU RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian desain cross-sectional yang bersifat analitik dengan metode prospektif untuk melakukan pengumpulan data dan pengamatan secara langsung pada pasien yang sedang dirawat di ICU. Hasil terapi didapatkan dengan menggunakan skala pengukuran nyeri berupa comfort dan VAS. Data dianalisis univariat dan bivariat menggunakan IBM SPSS statistic 30.0. Hasil: Profil penggunaan analgesik dan sedatif menunjukkan obat yang paling banyak digunakan adalah monoterapi parasetamol IV (52,17%) dan midazolam (1,44%) serta kombinasi parasetamol IV dengan ketorolak (35,55%). Pola interaksi potensial terjadi pada 18 pasien dengan dampak interaksi secara aktual teramati pada 3 kasus. Dari 60 pasien, terapi analgesik atau sedatif menghasilkan respons efektif pada sebagian pasien, namun sebagian lainnya menunjukkan respons yang kurang optimal. Ada korelasi signifikan antara dosis obat dan hasil terapi (p= 0,047), kombinasi obat dan hasil terapi (p= 0,044) serta interaksi obat dan hasil terapi (p= 0,026). Kesimpulan: Untuk mencapai hasil terapi yang optimal, penggunaan analgesik dan sedatif di ICU harus disesuaikan secara individual, dengan pengawasan ketat terhadap dosis dan interaksi obat.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By