<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Peran Citra Tubuh dan Harga Diri terhadap Risiko Dismorfia Otot pada Laki-Laki

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Dismorfia otot merupakan kondisi dimana individu merasa tubuhnya tidak cukup besar atau berotot yang membuat munculnya perilaku olahraga berlebihan, diet ekstrem, hingga penggunaan steroid untuk memperbesar otot. Faktor psikologis seperti persepsi terhadap citra tubuh dan harga diri pun berperan dalam meningkatkan faktor risiko penyebab dismorfia otot. Penelitian ini bertujuan untuk

mengetahui peran citra tubuh dan harga diri terhadap risiko dismorfia otot pada laki- laki yang aktif melakukan aktivitas kebugaran. Penelitian ini menggunakan

pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang kemudian diuji menggunakan analisis regresi linear berganda. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 117 responden dengan kriteria: berjenis kelamin laki-laki, berusia minimal 18 tahun, dan sedang aktif melakukan aktivitas kebugaran. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Muscle Dysmorphic Disorder Inventory (MDDI), Body Appreciation Scale (BAS-2), dan Rosenberg’s Self-Esteem Scale (RSES). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peran citra tubuh dan harga diri secara simultan terhadap risiko dismorfia otot. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa citra tubuh dan harga diri secara parsial memiliki peran terhadap risiko dismorfia otot. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas kebugaran tidak hanya berkaitan dengan latihan pembentukan otot, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti citra tubuh dan harga diri.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By