Upaya Sekolah dalam Penguatan Pendidikan Agama Islam Bagi Siswa Muslim Minoritas di SMP Negeri 1 Sabu Barat Nusa Tenggara Timur
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Berdasarkan data keagamaan, agama yang dianut penduduk Indonesia paling banyak adalah agama Islam. Meskipun Indonesia memiliki jumlah penduduk muslim terbesar, namun ada banyak provinsi yang mayoritas penduduknya beragama nonmuslim. Keberadaan penduduk nonmuslim dapat dilihat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penganut agama Islam di NTT hanya sebesar 9,25%, sedangkan di Kabupaten Sabu Raijua sebesar 0,71%. Berdasarkan data di lokasi penelitian SMP Negeri 1 Sabu Barat, jumlah siswa yang terdaftar untuk tahun ajaran 2023/2024 adalah 277 siswa, dengan pembagian berdasarkan penganut agama Islam di sekolah berjumlah 31 siswa, sedangkan peserta didik nonmuslim berjumlah 246 siswa. Karena lingkungan sekolah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tumbuh kembang anak, maka fenomena kesenjangan yang besar antara jumlah siswa muslim dan nonmuslim akan berdampak signifikan terhadap lingkungan belajar anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah kepala sekolah SMP Negeri 1 Sabu Barat, guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 1 Sabu Barat, peserta didik muslim di SMP Negeri 1 Sabu Barat, dan orang tua siswa muslim yang ditentukan secara purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini berupa upaya sekolah dalam penguatan Pendidikan Agama Islam dengan mengadakan kegiatan pembinaan rohani, buka puasa bersama dan halal bihalal, serta integrasi pembelajaran agama di masyarakat. Faktor pendukungnya adalah lingkungan luar sekolah yang mendukung, keterlibatan orang tua, serta metode pengajaran yang interaktif. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kekurangan tenaga pendidik, fasilitas yang kurang memadai, serta tantangan teknologi dan informasi.