Dinamika Perdagangan Amerika Serikat Terhadap Tiongkok Pada Masa Covid-19 Di Tahun 2020
| dc.Identifier.NIM | 16323032 | |
| dc.contributor.author | NANDA BAGASKARA | |
| dc.date.accessioned | 2023-02-07T02:36:40Z | |
| dc.date.available | 2023-02-07T02:36:40Z | |
| dc.date.issued | 2022-01-18 | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini dilatarbelakangi adanya Konflik Amerika Serikat - Tiongkok terulang kembali sejarah konflik perang dagang antara kedua belah pihak pada tahun 2018. Rivalitas antara Amerika Serikat dengan tiongkok terjadi sejak keruntuhan Uni Soviet, Amerika Serikat melihat tiongkok sebagai rival utama karena tiga hal: pertumbuhan ekonomi, militer yang pesat serta ideologi yang berseberangan. Amerika Serikat merasa terancam dengan kebangkitan Tiongkok. Namun ancaman Amerikat Serikat mulai mengarah kepada perang dagang dimana kedua negara sama-sama membuat kebijakan proteksi untuk menghalangi masuknya barang produksi pihak lawan. Tindakan tersebut dipicu oleh kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan menaikkan tarif impor barang dari Tiongkok. Menanggapi kebijakan Amerika Serikat, pemerintahan Tiongkok membalas tindakan tersebut dengan menaikkan tarif impor baru terhadap produk Amerika Serikat, hal tersebut di ikutuin dengan kemunculan COVID-19. Tiongkok melaporkan secara resmi kepada World Health Organization (WHO) adanya pengumuman akan munculnya sindrom klinis yang disebabkan oleh infeksi SARS- CoV-2 pada tanggal 31 Desember 2019 Wuhan. Dan COVID-19 ini mulai merusak stabilitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok karena kemunculan pandemi ini memberikan banyak efek ke perdagangan dan tatanan di negara yang terkena dampaknya. | en_US |
| dc.identifier.uri | https://repository.uii.ac.id/handle/123456789/42292 | |
| dc.publisher | UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA | en_US |
| dc.title | Dinamika Perdagangan Amerika Serikat Terhadap Tiongkok Pada Masa Covid-19 Di Tahun 2020 | en_US |