<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Pengaruh Jalan Kaki terhadap Pengendalian Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Puskesmas Gitik Banyuwangi Jawa Timur

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

DOI

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan memerlukan pengendalian glukosa darah yang optimal untuk mencegah komplikasi. Aktivitas fisik sederhana seperti jalan kaki diketahui dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan pengendalian glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas jalan kaki terhadap pengendalian glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah Puskesmas Gitik Banyuwangi, Jawa Timur. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jalan kaki terhadap pengendalian glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah Puskesmas Gitik, Banyuwangi, Jawa Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan non-equivalent control group pretest–posttest. Sampel terdiri dari 72 pasien diabetes melitus tipe 2 yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak 36 responden. Intervensi berupa aktivitas jalan kaki dengan durasi sekitar 25–30 menit per sesi, intensitas rendah hingga sedang, dilakukan secara rutin selama periode penelitian. Parameter yang dinilai meliputi glukosa darah puasa (GDP), glukosa darah 2 jam postprandial (GD2PP), serta denyut nadi istirahat sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terjadi penurunan denyut nadi istirahat sebesar rata-rata 10,08 denyut per menit. Selain itu, terjadi penurunan signifikan kadar glukosa darah puasa sebesar rata-rata 22,91 mg/dL dan glukosa darah 2 jam postprandial sebesar rata-rata 31,34 mg/dL (p < 0,05). Sebaliknya, pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan yang bermakna pada denyut nadi istirahat, GDP, maupun GD2PP (p > 0,05). Simpulan: Aktivitas jalan kaki merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam meningkatkan pengendalian glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Aktivitas ini aman, mudah diterapkan, dan dapat direkomendasikan sebagai bagian dari pengelolaan diabetes melitus tipe 2 di layanan kesehatan primer.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By