Strategi Experiential Marketing PT The Bali Curator
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Industri pariwisata dan jasa berbasis business-to-business (B2B), khususnya di Bali semakin kompetitif. Perusahaan dituntut untuk tidak hanya mengandalkan pemasaran konvensional, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman yang berkesan bagi pelanggan. PT The Bali Curator sebagai penyedia layanan sourcing tour menggunakan strategi komunikasi berbasis experiential marketing yang mampu menciptakan keterlibatan emosional dan nilai pengalaman bagi konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis strategi komunikasi experiential marketing yang diterapkan oleh PT The Bali Curator dalam mempromosikan layanan sourcing tour, serta bagaimana implementasi elemen pengalaman (sense, feel, think, act, relate) dalam praktiknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pihak internal perusahaan dan klien, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan berhasil memperoleh klien dan mendorong terjadinya kesepakatan kerja sama dengan artisan melalui penerapan lima elemen Strategic Experiential Modules (SEMs) menurut Schmitt, yaitu sense, feel, think, act, dan relate. Implementasi strategi tersebut didukung oleh komunikasi pemasaran yang mencakup personal selling, direct marketing, relationship marketing, dan word of mouth marketing. PT The Bali Curator menghadirkan pengalaman pelanggan melalui site visit, pelayanan personal, pemberian solusi kreatif, pelibatan klien dalam proses pengambilan keputusan, serta pembangunan hubungan jangka panjang dengan klien dan artisan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa personal selling dan relationship marketing menjadi strategi yang paling dominan karena mampu membangun kepercayaan, memahami kebutuhan klien secara mendalam, dan memperkuat hubungan bisnis yang berkelanjutan. Selain itu, pengalaman positif yang dirasakan klien turut mendorong rekomendasi dari mulut ke mulut yang membantu memperluas jaringan bisnis perusahaan. Secara keseluruhan, strategi experiential marketing terbukti efektif dalam menciptakan pengalaman yang berkesan, mengurangi potensi ketidaksesuaian layanan, serta menghasilkan output yang sesuai dengan harapan klien, dengan elemen feel dan relate sebagai faktor yang paling berperan dalam membangun loyalitas dan keberlanjutan hubungan bisnis B2B.