Pengaruh Pendidikan Seks Terhadap Akhlak Peserta Didik Kelas X di MAN 5 Sleman Yogyakarta
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena bahwa ada perubahan,
pergaulan moral dan etika pada anak dan remaja, yang membuat masyarakat
khawatir, terutama bagi pendidik dan orang tua. Dampaknya berupa pergaulan
bebas (free sex) dan menimbulkan perilaku yang menyimpang. Pendidikan seks
bertujuan mengajarkan peserta didik dalam persoalan hidup diantaranya: menjaga
kesehatan diri, meninggalkan perbuatan yang haram seperti zina, menjauhkan diri
dari hawa nafsu, dan mengetahui bagaimana jalan yang seharusnya diambil.
Dengan demikian, edukasi tentang pendidikan seks sangat penting diajarkan kepada
peserta didik. Harapannya agar peserta didik dapat menjadi pribadi yang baik dan
berakhlak di masa depan kelak. Sebab akhlak yang baik dapat memberikan bekal
kehidupan yang sejahtera. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh pendidikan seks terhadap akhlak peserta didik kelas X di
MAN 5 Sleman Yogyakarta.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Dengan jenis
penelitian yaitu penelitian expost facto. Teknik penentuan responden menggunakan
teknik proportional random sampling. Subjek penelitian ini adalah peserta didik
kelas X di MAN 5 Sleman Yogyakarta yang berjumlah 50 peserta didik (25%
dibulatkan dari 25% kali 197 = 49.25). Teknik pengumpulan data melalui angket
atau kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu
menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana dengan menggunakan aplikasi
Statistical Program for Social Science (SPSS) versi 20.0 for Windows.
Adapun temuan hasil penelitian adalah (1) pendidikan seks berpengaruh
terhadap akhlak peserta didik kelas X di MAN 5 Sleman Yogyakarta yang
dibuktikan oleh harga signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. (2) Besarnya
pengaruh pendidikan seks terhadap akhlak di MAN 5 Sleman Yogyakarta sebesar
18,8%, dan sisanya merupakan 81,2% adalah faktor lain, asumsinya berupa
perilaku sosial yaitu imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Faktor lainnya
berupa tingkat religiusitas peserta didik dan faktor perkembangan yaitu faktor
pertumbunhan pikiran dan mental, perasaan atau emosi, sosial, sikap dan minat.