Evaluasi Sistem Cold Chain Vaksin Di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
UII
DOI
Abstract
Vaksin berdasarkan sensitivitasnya terhadap suhu dapat digolongkan menjadi dua yaitu heat sensitive dan freeze sensitive. Vaksin polio oral akan lebih cepat rusak pada paparan panas (heat sensitive), sedangkan vaksin Hepatitis B, DT, TT, DPT akan rusak apabila terpapar pada suhu beku (freeze sensitive). Vaccine cold chain sangat diperlukan untuk dapat tetap menjamin mutu vaksin. Vaccine Cold Chain merupakan upaya untuk mempertahankan vaksin tetap berada dalam kondisi yang optimal selama proses transportasi, penyimpanan, dan penanganan vaksin mulai dari produsen hingga berakhir ke sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian sistem cold chain vaksin di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dengan pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik tahun 2012 dan Peraturan Menteri Kesehatan No.42 tahun 2013, serta untuk melihat gambaran kualitas pengelolaan vaksin dengan menggunakan indikator dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan rancangan kualitatif. Pengumpulan data yang diperoleh berasal dari data kualitatif dengan data kuantitatif sebagai data pendukung. Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Data kuantitatif diperoleh dari rekapitulasi penerimaan dan pengeluaran vaksin, kartu batch dan kartu monitoring suhu dari bulan Januari 2016 hingga April 2016. Data kualitatif akan diolah dengan tabulasi serta dianalisis dengan triangulasi. Data kuantitatif akan dianalisis dengan menghitung prosentase vaksin kadaluarsa, prosentase kesesuaian suhu peyimpanan vaksin dan prosentase rata-rata waktu kekosongan vaksin. Hasil evaluasi sistem cold chain vaksin di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta secara kualitatif belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik tahun 2012 maupun Peraturan Menteri Kesehatan No. 42 tahun 2013. Hasil evaluasi sistem cold chain vaksin secara kuantitatif dikatakan baik dari segi indikator prosentase kesesuaian suhu penyimpanan vaksin sebesar 100% dan indikator prosentase rata-rata waktu kekosongan vaksin sebesar 0%. Kualitas pengelolaan dikatakan kurang baik dari segi indikator prosentase vaksin kadaluarsa sebesar 14,3%.