Perbandingan Resiliensi Kerja Antar Generasi Pekerja Pada Karyawan Di Indonesia
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat resiliensi kerja antar generasi pekerja pada karyawan di Indonesia. Literasi terbaru menunjukkan bahwa tingkat stres berpengaruh dengan resiliensi kerja. Faktor yang mempengaruhi coping stres adalah perkembangan usia. Usia lebih tua dikatakan lebih mampu menangani stres yang dialami karena fokus pada emotion focus coping. Peserta (N=166) menyelesaikan pengukuran RAW (Resilience at Work) dan kuesioner usia. Analisis uji asumsi, uji homogenitas dan uji hipotesis digunakan untuk menguji penelitian ini. Hasil menemukan bahwa generasi baby boomers (62-79 tahun) memiliki tingkat resiliensi kerja paling tinggi dibandingkan dengan generasi setelahnya yaitu generasi X (41-61 tahun) dan generasi Y (20-40 tahun). Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa generasi baby boomers mendominasi di semua aspek resiliensi kerja, salah satunya adalah aspek dalam mengelola stres. Sesuai dengan literasi terbaru, generasi dengan usia lebih tua yaitu baby boomers memiliki mean rank paling tinggi dibandingkan pada generasi X dan Y memiliki perbedaan mean rank yang tidak signifikan. Sebagian temuan mendukung literatur terkini, dan menyarankan generasi dengan usia yang lebih muda untuk dapat belajar dengan seniornya, selain itu juga dapat melakukan flourishing at work dengan sesama rekan kerja untuk dapat meningkatkan resiliensi kerja.