<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Perlindungan Perempuan dalam Perspektif Hukum dan Hak Asasi Manusia: Studi Etnografi Feminis terhadap Kekerasan Seksual Berbasis Budaya dalam Beling Malu di Bali

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang salah satu fenomena yang terjadi di Bali, yang mana meminta perempuan hamil terlebih dahulu sebelum menikah untuk memastikan bahwa keluarganya kelak telah dikaruniai keturunan. Fenomena ini berpotensi terhadap diskriminasi terhadap perempuan, sehingga pemerintah wajib hadir untuk melindungi para perempuan. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab setidaknya dua rumusan masalah penting, pertama, implikasi fenomena Beling Malu terhadap diskriminasi terhadap perempuan. Kedua, tanggungjawab negara dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan atas fenomena Beling Malu. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode hukum empiris dan etnografi feminis sebagai pendekatan penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa, pertama, Beling Malu adalah kekerasan sistemik yang dibuat dari budaya patriarki. Kedua, pemerintah wajib melindungi perempuan korban dari fenomena Beling Malu. Berdasarkan hasil penelitian tersebut penulis memberikan setidaknya dua saran, pertama, penempatan perempuan yang setara di dalam masyarakat. Kedua, pembuatan peraturan daerah yang melindungi para perempuan dan melarang praktik Beling Malu.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By