Sistem Pendidikan Islam dalam Perspektif Hizbut Tahrir
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menciptakan corak sebuah kehidupan dunia, -walaupun bukan satu-satunya penentu- jika pendidikannya mampu melahirkan lulusan yang memiliki kepribadian Islam, melahirkan generasi yang tangguh dalam menerapkan syari'at Islam maka tentu akan mendukung terciptanya masyarakat yang Islami. Namun sayang, pendidikan kita saat ini jauh dari apa yang kita harapkan, pendidikan saat ini belum mampu melahirkan sosok pribadi Islam. Yang kita saksikan adalah banyaknya perkelahian antar pelajar, antar kampus, dan antar remaja. Banyaknya angka putus sekolah, pergaulan bebas, miras dan narkoba yang melibatkan remaja yang tidak lain adalah masih bestatus siswa. Permasalahan pendidikan yang menimpa bangsa ini di nilai oleh Hizbut Tahrir karena diterapkannya sistem Pendidikan Sekuler-Kapitalistik. Oleh karena itu Hizbut Tahrir aktif menyampaikan gagasan perubahan paradigma. Berangkat dari itu, maka penulis tertarik untuk meneliti sistem Pendidikan Islam Perspektif Hizbut Tahrir sebagai solusi atas permasalahan Pendidikan nasional. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan Historis Tematis. Penelitian ini bersifat kualitatif, penyajian data dan hasil penelitian tidak dilakukan dengan numeric sebagaimana penyajian data secara kuantitatif. Pemikiran Hizbut Tahrir tentang sistem pendidikan Islam yang tertuang
dalam karya "Usus at Ta'lim fi ad Daulah al-Khilafah", Nidzamil Islam, Ad-Dustur, dan karya pemikiran tokoh-tokoh Hizbut Tahrir lainnya sebagai objek penelitian Tesis ini. Cara yang digunakan untuk menganalisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Dari hasil penelitian yang di lakukan, Sistem Pendidikan Islam dalam perspektif Hizbut Tahrir adalah pendidikan yang bertumpu pada aqidah Islam. Asas, arah, kurikulum, materi dan metode, berasaskan aqidah Islam. Tujuan Pendidikannya membentuk manusia yang berkepribadian Islam, menguasai Peradaban Islam serta membekali peserta didik dengan Ilmu Pengetahuan dan teknologi. Guru/dosen yang memiliki kwalifikasi Amanah, Kafaah, Himmah dan berkepribadian Islamiyah. Pendidikan menjadi tanggung jawab negara. Sehingga pendidikan menjadi mudah bahkan gratis dan bermutu. Implementasi sistem pendidikian Islam ini akan berjalan secara ideal jika dilaksanakan oleh negara. Oleh karena itu harus ada perubahan mendasar pada kehidupan bernegara, harus mengambil Islam sebagai ideologinya. Dan menjadikan aqidah Islam sebagai asas dalam penyelenggaraan pendidikan, perumusan kurikulum, dan rekrutmen guru/dosen.