Perancangan Pusat Konservasi Terumbu Karang sebagai Fasilitas Edu-Tourism Di Pantai Wediombo, Gunungkidul dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pantai Wediombo yang terletak di Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul memiliki banyak kemungkinan untuk dikembangkan. Berdasarkan Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor; 271/KPTS/2013 tentang Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan, Pantai Wediombo ditetapkan sebagai Cadangan Kawasan Konservasi Perairan jenis Suaka Alam Perairan. Menurut Bellwood (2019), terumbu karang memainkan peran penting dalam menjaga keberlangsungan hidup makhluk bawah laut. Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.4 Tahun 2001 tentang kriteria baku kerusakan terumbu karang, terumbu karang Pantai Wediombo dikategorikan sebagai rusak sedang jika ditinjau dari kriteria baku kerusakannya. Oleh karena itu, diperlukannya upaya dalam menjaga ekosistem terumbu karang di Pantai Wediombo dengan perancangan kawasan konservasi perairan yang bertujuan untuk mengembalikan angka kerusakan terumbu karang yang didukung dengan sebuah wadah laboratorium alam yang menjadi penunjang penelitian dan edukasi masyarakat luas dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan pendekatan “Arsitektur Ekologis”. Dengan menggunakan metode kualitatif untuk mengumpulkan data dan metode kuantitatif dan kualitatif untuk menguji variabel. Hasl rancangan Pusat Konservasi ini menggambarkan bagaiamana alam dan bangunan dapat menyatu namun juga memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Hasil Rancangan Konservasi ini dapat mnjadi saran dan rujukan sebagai standar Bangunan Konservasi yang menerapakan Arsitektur Ekologis sebagai solusi mengatasi permasalahan yang sering terjadi di lingkungan alam Indonesia