Uji Toksisitas Air Limbah Industri Penyamakan Kulit Terhadap Zebrafish (Danio Rerio) Dengan Menggunakan Metode Whole Effluent Toxicity (Wet)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Industri penyamakan kulit salah satu industri dengan penggunaan air dan bahan kimia
dalam jumlah banyak. Pada proses penyamakan kulit terdapat tiga tahapan utama yaitu pra- penyamakan (beamhouse), penyamakan (tanning), dan yang terakhir pasca penyamakan
(posttanning). Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai toksisitas akut pada limbah industri penyamakan kulit baik effluent maupun influen menggunakan metode WET. Metode Whole Effluent Toxicity (WET) merupakan metode yang digunakan untuk menganalisis kadar toksisitas yang pada air limbah, baik sesudah maupun sebelum dilakukan pengolahan pada IPAL di industri tersebut. Zebrafish dijadikan hewan uji pada penelitian ini dikarenakan zebrafish memiliki gen yang mirip dengan mamalia atau manusia. Nilai toksisitas IPAL air limbah industri penyamakan kulit di PT. X pada Kawasan industri Sitimulyo, Piyungan, Bantul untuk contoh uji effluent dikategorikan ke dalam non toxic dengan nilai LC50 71,0566 dan nilai Tua sebesar 1,4073. Untuk contoh uji influent dikategorikan ke dalam toxic dengan nilai LC50 4.0241 dan nilai Tua sebesar 24,8496. Hasil parameter kimia contoh uji effluent yang telah diuji seperti BOD, COD, ammonia, sulfida, dan krom masih melebihi baku mutu. Parameter lainnya seperti TDS, TSS, minyak lemak, dan nitrogen total telah memenuhi baku mutu.