Formulasi dan Karakterisasi Snedds Kombinasi Ekstrak Etanol Benalu Batu (Begonia Medicinalis) dan Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) dengan Metode Low Energy Serta Uji Aktivitas Imunostimulan Secara In Vitro
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Benalu batu (Begonia medicinalis) dan Kelor (Moringa oleifera L.) merupakan tanaman obat yang berasal dari Sulawesi Tengah yang memiliki potensi sebagai imunostimulan. Namun, senyawa aktif dalam ekstrak etanol kedua tanaman ini memiliki kelarutan dan bioavailabilitas yang rendah yang dapat menghambat efektivitas terapeutiknya. Sistem penghantaran obat Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) menjadi alternatif untuk meningkatkan kelarutan dan efektivitas senyawa aktif tersebut. Metode low energy menjadi pilihan untuk membuat sediaan ini karena lebih sederhana, stabil dan efisien dibandingkan dengan metode high energy yang perlu menggunakan alat khusus sehingga kurang efisien dalam melakukan produksi dalam skala besar. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan melakukan karakterisasi sediaan SNEDDS kombinasi ekstrak etanol 70% herba benalu batu dan daun M.oleifera menggunakan metode low energy serta menentukan aktivitas imunostimulan sediaan tersebut secara in vitro menggunakan sel RAW 264.7. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, dilanjutkan dengan standarisasi ekstrak (parameter spesifik dan non-spesifik). Formulasi SNEDDS dilakukan dengan metode low energy. Karakterisasi meliputi uji transmitan, ukuran partikel, indeks polidispersi, zeta potensial, dan uji stabilitas. Aktivitas imunostimulan diuji melalui viabilitas sel, aktivitas fagositosis, dan produksi nitrit oksida (NO) pada sel RAW 264.7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi 1 sediaan SNEDDS kombinasi ekstrak benalu batu dan daun M.oleifera yang mengandung isopropyl myristate (40%), tween 80 (50%) dan propylene glycol (10%). Karakterisasi SNEDDS menghasilkan nilai ukuran partikel (44,4 ± 0,58 nm), polydispersity index (0,213 ± 0,019), zeta potential (-17,2 ± 1,26 mV), dan persen transmitan (83,58± 0,00%), serta memiliki stabilitas yang stabil. Sediaan SNEDDS formulasi 1 menunjukkan viabilitas sel yang aman serta mampu meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag dan produksi NO pada konsentrasi 62,5 μg/mL. Disimpulkan bahwa SNEDDS kombinasi ekstrak etanol 70% benalu batu dan daun M.oleifera dengan metode low energy berpotensi meningkatkan aktivitas imunostimulan secara in vitro.