<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dan Stigma Terhadap Gangguan Jiwa pada Mahasiswa Program Sarjana dan Profesi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Latar Belakang: Stigma terhadap gangguan jiwa muncul akibat stereotipe negatif yang melekat kepada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Stigma muncul akibat kurangnya pengetahuan mengenai gangguan jiwa pada masyarakat. Mahasiswa kedokteran yang telah mendapatkan edukasi mengenai gangguan jiwa dan telah melakukan kontak dengan ODGJ seharusnya memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik dan seharusnya memiliki stigma yang lebih rendah daripada masyarakat. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan stigma pada mahasiswa program sarjana dan profesi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII). Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian diambil dari mahasiswa FK UII yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel tingkat pengetahuan diukur dengan kuesioner Mental Health Literacy Scale (MHLS) dan variabel stigma diukur menggunakan kuesioner Community Attitudes toward Mental Illness (CAMI). Hasil: Hasil analisis data menggunakan Uji Spearman mendapatkan adanya hubungan korelasi lemah antara tingkat pengetahuan dan stigma terhadap gangguan jiwa (p = 0.033, r = 0.210). Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan stigma terhadap gangguan jiwa. Semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang maka semakin rendah stigma terhadap gangguan jiwa pada orang tersebut.

Description

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By