<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Evaluasi Peresapan Dan Pelayanan Kefarmasian Program Rujuk Balik (PRB) Berdasarkan Indikator Who Di Apotek Mulia Husada Yogyakarta

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Latar belakang: Peningkatan penyakit kronis menyebabkan pemerintah menyelenggarakan Program Rujuk Balik (PRB). Keberhasilan PRB pada penyaikt kronis dipengaruhi oleh peresepan dan pelayanan obat sesuai indikator WHO.

Tujuan: Mengevaluasi peresepan dan pelayanan kefarmasian berdasarkan indikator WHO pasien PRB di Apotek Mulia Husada Yogyakarta.

Metode: Observational dengan metode cross-sectional, dilakukan secara prospektif dengan accidental sampling melalui data resep dan wawancara pasien. Data dideskripsikan dan dianalisis dengan chi-square dan spearman.

Hasil: Rerata obat tiap lembar resep 2,93 obat, resep dengan injeksi dan antibiotik sebesar 9,85% dan 0%, obat dengan nama generik dan obat yang sesuai Fornas sebesar 95% dan 100%. Rerata waktu penyerahan obat 41,94 detik, obat yang terlayani 94,83%, obat dengan etiket lengkap 100%, pengetahuan pasien mengenai obat yang baik 53,73%. Analisis statistik hubungan terhadap pengetahuan menunjukkan hasil sebagai berikut, jenis kelamin (p-value 0,179), pendidikan (p- value 0,734), pekerjaan (p-value 0,917), status responden (p-value 0,001), dispensing time (p-value 0,129), dan jumlah obat (p-value 0,001).

Kesimpulan: Indikator persentase resep dengan injeksi dan antibiotik, obat sesuai dengan fornas, dan obat dengan etiket lengkap sudah sesuai standar. Rerata jumlah obat tiap resep, persentase obat dengan nama generik, rerata waktu penyerahan obat, persentase obat yang terlayani, dan pengetahuan pasien mengenai obat yang baik belum sesuai standar. Faktor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pengetahuan obat adalah status responden dan jumlah obat

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By