Perancangan Alat Pencacah Limbah Sayuran dengan Metode Quality Function Deployment dan Antropometri
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang alat pencacah limbah sayuran agar lebih ergonomis dan sesuai dengan kebutuhan pengguna, khususnya pedagang sayur di Kabupaten Sleman. Alat pencacah yang telah ada dinilai masih memiliki berbagai kekurangan seperti kapasitas penampung yang kecil, konsumsi daya listrik yang tinggi, ketajaman pisau yang kurang tajam, serta desain alat yang sulit dibersihkan. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) yang dipadukan dengan pendekatan antropometri untuk menganalisis kebutuhan pelanggan (customer requirement) dan mengubahnya menjadi kebutuhan teknis (technical requirement). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 30 responden pedagang sayur, kemudian dilakukan uji validitas, reliabilitas, dan uji normalitas menggunakan perangkat lunak SPSS untuk memastikan keandalan data. Hasil analisis menunjukkan delapan atribut utama yang menjadi prioritas dalam perancangan, yaitu kapasitas penampung 25 kg, motor listrik berdaya 125 watt, kecepatan putaran mesin 2800 rpm, empat bilah pisau berbahan stainless steel, lubang input berdiameter 29,5 cm, desain alat modular dengan baut pengunci yang memudahkan pembongkaran dan pembersihan, penambahan safety cover untuk keamanan pengguna, serta dimensi alat 160×65×100 cm yang disesuaikan dengan ukuran tubuh pengguna berdasarkan data antropometri yang pada alat sebelumnya ukuran alat 35x35x65cm. Perbandingan antara produk awal dan produk usulan menunjukkan bahwa atribt prioritas untuk dilakukan perbaikan adalah motor hemat energi dan Dimensi alat menyesuaikan tubuh pengguna kedua atribut dinilai penting karena karena kedua aspek ini secara langsung memengaruhi kenyamanan dan hemat daya, Dengan demikian, rancangan alat pencacah usulan dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna, mampu meningkatkan kinerja dalam proses pengolahan limbah sayuran, serta mendukung upaya pengelolaan limbah organik secara lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan.