Pengaruh Substitusi Filler Limbah Serbuk Bata Merah Terhadap Karakteristik Campuran Asphalt Concrete – Binder Course (AC-BC) dengan Metode Pencampuran Bertahap
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Kemajuan teknologi pada perkerasan jalan mendorong lahirnya metode pencampuran baru untuk mendukung peningkatan kekuatan perkerasan jalan, salah satunya adalah metode pencampuran bertahap. Di sisi lain, limbah serbuk bata merah berpotensi sebagai bahan alternatif filler di dalam campuran aspal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh substitusi limbah serbuk bata merah sebagai filler terhadap karakteristik volumetrik, kekuatan struktur, dan daya tahan atau durabilitas campuran AC-BC dengan perbandingan menggunakan metode pencampuran konvensional dan metode pencampuran bertahap. Pengujian diawali dengan pengujian fisik material agregat dan aspal. Kemudian pada tahap kedua yaitu menentukan KAO pada campuran AC-BC dengan kadar aspal 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, dan 7% dari total berat campuran menggunakan pengujian Marshall dan IRS. Setelah itu, dilanjutkan dengan analisis nilai stabilitas, flow, MQ, density, VITM, VMA, VFWA, IRS, IDP, IDK, ITS, TSR, CL, ICL, dan AFD. Pengujian dilakukan dengan variasi kadar substitusi filler limbah serbuk bata merah sebesar 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%. Hasil pengujian karakteristik volumetrik menunjukkan substitusi filler limbah serbuk bata merah semakin meningkat menghasilkan karaktertistik volumetrik lebih baik hingga kadar subtitusi filler optimum 40%. Penggunaan metode pencampuran bertahap menghasilkan karakteristik volumetrik semakin baik dimana rongga yang dihasilkan semakin kecil dibanding metode pencampuran konvensional. Pada parameter kekuatan, kadar substitusi filler limbah serbuk bata yang semakin banyak menghasilkan kekuatan campuran semakin kuat hingga kadar optimum substitusi filler limbah serbuk bata merah 40% ditandai dengan peningkatan stabilitas, MQ, ITS dan penurunan nilai CL dan AFD. Penggunaan metode bertahap menghasilkan kekuatan campuran yang semakin kuat dibanding metode pencampuran konvensional. Hal ini menandakan bahwa campuran lebih kuat menahan beban dan keausan serta tidak akan mudah mengalami deformasi. Meskipun demikian, penambahan kadar substitusi filler limbah serbuk bata merah pada campuran AC-BC menghasilkan ketahanan yang lebih baik hingga kadar optimum substitusi filler 40%. Menggunakan metode pencampuran bertahap menghasilkan campuran menjadi lebih awet dibanding metode pencampuran konvensional sehingga campuran lebih awet terhadap suhu, cuaca, dan temperatur.