<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Analisis Kinerja Simpang Bersinyal Pojok Benteng Kulon Yogyakarta Sampai Dengan 2010

dc.contributor.authorPUSPITASARI, NOVIKARINI ARUM
dc.contributor.authorSUKAWATI, SOFITA
dc.date.accessioned2016-09-27T06:39:14Z
dc.date.available2016-09-27T06:39:14Z
dc.date.issued2006
dc.description.abstractSimpang bersinyal Jokteng Kulon merupakan daerah yang menghubungkan antara Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Simpang bersinyal Jokteng Kulon adalah simpang bersinyal lima lengan dengan empat fase. Permasalahan yang timbul pada simpang bersinyal Jokteng Kulon yaitu terjadinya suatu kondisi panjang antrian dengan lebar lengan yang ada menyebabkan antrian kendaraan yang tidakpernah habis atau masih tersisapada saat lampu hijau sehingga kendaraan berhenti lebih dari satu kali. Untuk itu diperlukan suatu alternatifpemecahan masalah agar kinerja simpang menjadi lebih optimal atau lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari kapasitas dan derajat kejenuhan simpang bersinyal Jokteng Kulon pada kondisi aktual sampai dengan tahun 2010. Pemecahan permasalahan pada simpang bersinyal Jokteng Kulon lebih mengedepankan pada optimalisasi waktu siklus dan perubahan geometrik jalan dengan pelebaran jalan pada masing - masing lengan simpang bersinyal. Metode yang digunakan untuk perhitungan analisis simpang bersinyal adalah metode MKJI 1997. Sedangkan untuk perhitungan volume lalu lintas sampai dengan tahun 2010 digunakan analisis tingkat pertumbuhan lalu lintas (% per tahun). Dataprimer untuk data geometrik simpang, data sinyal lalu lintas, data arus lalu lintas, dan hambatan sampingdidapatkan daripengamatan di lapangan yang dilakukan selama tiga hari pada jam - jam sibuk pagi, siang, dan sore dengan mengunakan handycam dan meteran. Data sekunder berupa jumlah penduduk dan jumlah kepemilikan kendaraan didapatkan dari Biro Pusat Statistik Yogyakarta. Berdasarkan hasil analisis simpang bersinyal Pojok Benteng Kulon pada kondisi aktual didapatkan nilai derajat kejenuhan pada pendekat utara sebesar 1,386, pendekat selatan sebesar 1,41, pendekat timur sebesar 1,262, pendekat timur laut sebesar 0,704 dengan kendaraan terhenti rata - rata sebesar 2,81 stop/smp. Dari perhitungan beberapa alternatifpemecahan masalah yang telah dilakukan maka diambil alternatif ke-3 yaitu perubahan geometrik dengan penambahan lebar pendekat sebesar 2,5muntuk lengan utara, selatan, dan timur. Sedangkan penambahan lebar keluar sebesar 5,6 muntuk sisi lengan utara, 3,85 untuk sisi lengan selatan, dan 2,5 untuk sisi lengan timur. Dengan demikian lebar lengan utara sebesar 15m, lengan selatan sebesar 15,5 mdan lengan timur sebesar 17 m. Hasilalternatifke-3 diperoleh derajat kejenuhan sebesar 0,706dan kendaraan terhenti rata - rata sebesar 0,55 stop/smp untuk kondisi aktual dan alternatifke-3 pada tahun 2010 didapatkan derajat kejenuhan sebesar 0,869 dan kendaraan terhenti rata - rata sebesar 0,54stop/smp.en_US
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/160
dc.publisherUII Yogyakartaen_US
dc.subjectArus, Kapasitas, Derajat Kejenuhan, Perubahan Geometrik, Pertumbuhan Lalu Lintas.en_US
dc.titleAnalisis Kinerja Simpang Bersinyal Pojok Benteng Kulon Yogyakarta Sampai Dengan 2010en_US

Files

Original bundle

Now showing 1 - 5 of 16
Loading...
Thumbnail Image
Name:
01 cover.jpg
Size:
353.47 KB
Format:
Joint Photographic Experts Group/JPEG File Interchange Format (JFIF)
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
01.0 cover.pdf
Size:
115.94 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
02 preliminary.pdf
Size:
254.14 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
03 daftar isi.pdf
Size:
362.96 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
04 abstract.pdf
Size:
175.99 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: