<link rel="stylesheet" href="styles.f3b1fba60ec7970c.css">

Penentuan Albumin Pada Belut Sawah (Monopterus Albus Zuieuw) menggunakan Metode Biuret Secara Spektrofotometri UV-VIS

Loading...
Thumbnail Image

Date

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Universitas Islam Indonesia

DOI

Abstract

Belut sawah merupakan sumber alamiah yang berasal dari jenis ikan yang mengandung albumin yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka akibat proses melahirkan. Telah dilakukan penentuan albumin pada belut sawah menggunakan metode biuret secara spektrofotometri UV-Visible. Metode biuret merupakan metode penentuan albumin yang didasarkan pada prinsip bahwa ion tembaga (Cu2+) bereaksi dengan ikatan peptida dalam protein, membentuk kompleks yang menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu. Hasil penelitian didapatkan albumin belut sawah yang diolah menggunakan metode pengkukusan dan penggorengan secara berturut-turut yaitu 3,25% dan 4,16%. Berdasarkan validasi metode penentuan albumin didapatkan linearitas dengan nilai koefisien determinasi (R2 ) senilai 0,9985, presisi belut sawah kukus sebesar 3,39% dengan 2/3 CV Horwitz senilai 3,16%, sedangkan pada sampel belut goreng sebesar 0,49% dengan 2/3 CV Horwitz senilai 3,03%, akurasi pada belut sawah kukus sebesar 183,33%, sedangkan pada sampel belut goreng sebesar 273,10%, batas deteksi sebesar 1550,6689 mg/L dan batas kuantitasi sebesar 5168,8963 mg/L. Estimasi ketidakpastian ppengukuran dari belut sawah kukus didapatkan dan belut sawah goreng sebesar (3261,4444 ± 639,4523 mg/L) dan (4270,2222 ± 601,9087 mg/L). Hasil estimasi ketidakpastian pengukuran rendah ketika dibandingan dengan 30% dari konsentrasi sampel, sehingga menunjukkan pengujian yang dilakukan cukup baik. Namun perlu dilakukan uji akurasi untuk memastikan

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By