Pemetaan Kebisingan Lingkungan di Sekitar Jalan Malioboro, Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Kawasan Malioboro, sebagai salah satu destinasi wisata utama di Yogyakarta, mengalami peningkatan kebisingan akibat perkembangan urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kebisingan di sekitar Jalan Malioboro dengan menggunakan Sound Level Meter sesuai dengan SNI 8427:2017. Pengukuran dilakukan di enam titik strategis: Tugu Pal Putih, Hotel Grand Zuri, Parkiran Abu Bakar, Kantor DPRD D.I.Y, Halte Trans Jogja, dan Pasar Beringharjo, selama tiga periode berbeda (Libur Tahun Baru, Idul Fitri, serta hari kerja). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kebisingan di keenam titik melebihi ambang batas yang diatur oleh Peraturan Gubernur D.I.Y Nomor 40 Tahun 2017. Analisis data menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kebisingan selama tiga periode pengukuran adalah sebagai berikut: Tugu Pal Putih (72,8 dB (A)), Hotel Grand Zuri (72,5 dB (A)), Parkiran Abu Bakar (67,8 dB (A)), Kantor DPRD D.I.Y (72,7 dB (A)), Halte Trans Jogja (71,0 dB (A)), dan Pasar Beringharjo (69,2 dB (A)). Analisis menggunakan aplikasi Surfer menunjukkan bahwa kebisingan siang hari cenderung lebih tinggi dibandingkan malam hari, yang digambarkan oleh warna lebih gelap pada peta kebisingan siang. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya aktivitas masyarakat di siang hari. Untuk mengatasi kebisingan, disarankan penanaman vegetasi peredam alami seperti Johar, Anak Nakal, Soka, dan Likuan- Yu. Implementasi ini diharapkan mampu menurunkan tingkat kebisingan dan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat dan pengunjung Malioboro.