Profil Istitha’ah Calon Jamaah Haji di Puskesmas Jepara Periode 2022-2025
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib bagi muslim yang mampu (istitha’ah). Angka kesakitan dan kematian jamaah haji Indonesia masih tinggi, terutama akibat penyakit metabolik seperti hipertensi dan diabetes, sehingga penilaian istitha’ah kesehatan menjadi sangat penting. Puskesmas Jepara berperan sebagai fasyankes tingkat pertama yang melakukan pemeriksaan dan pembinaan kesehatan calon jamaah haji. Tujuan Penelitian: Mengetahui profil istitha’ah kesehatan calon jamaah haji di Puskesmas Jepara periode 2022–2025 dan menganalisis hubungan karakteristik sosiodemografi dan status kesehatan dengan status istitha’ah. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder pemeriksaan tahap 2 calon jamaah haji periode 2022–2025 yang berjumlah 504 calon jamaah haji. Analisis dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji Chi-square dan Fisher’s Exact Test untuk menilai hubungan antara usia, jenis kelamin, kepemilikan komorbid, kebugaran, dan parameter klinis dengan status istitha’ah. Hasil Penelitian: Proporsi calon jamaah haji di kecamatan jepara, memiliki status istitha’ah berupa istithaah dengan pendamping (60-70% (2025), dengan proporsi terbesar kepemilikan komorbid 2-4 penyakit (>60%). Sebagian besar calon jamaah haji berusia <55 tahun (hampir 60%), penyakit degeneratif terbesar yang dimiliki adalah kardiovaskular. Hasil penelitian menyatakan bahwa usia, jenis kelamin, kebugaran, komorbiditas, kondisi klinis, dan parameter lab berhubungan dengan status istitha’ah (p=0,000). Kesimpulan: Sebagian besar calon jamaah haji memiliki status istitha’ah dengan pendamping. Status istitha’ah ini berhubungan signifikan dengan usia, jenis kelamin, kebugaran fisik, jumlah komorbiditas, kondisi klinis secara umum, serta parameter laboratorium. Hal ini menunjukkan bahwa penilaian istitha’ah calon jamaah haji tidak hanya bergantung pada satu aspek, tetapi merupakan kombinasi dari faktor demografis, kondisi kesehatan, dan riwayat medis yang dimiliki.