Hubungan Antara Psychological Well-being dengan Acculturative Stress Pada Migran Indonesia Yang Bekerja di Perusahaan Oil and Gas di Qatar
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Stres Akulturasi adalah suatu bentuk respon individu terhadap kejadianatauperistiwa yang dialaminya dalam kehidupan, dimana pengalaman tersebut melampaui kemampuan individu untuk mengatasi situasi tertentu. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara stres akulturasi dan kesejahteraan psikologis pada migran Indonesia yang bekerja di perusahaanminyak dan gas di Qatar. Jumlah partisipan yang diperoleh pada penelitianini sebanyak 102 responden baik pegawai tetap maupun tidak tetap. Penelitianini menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional. Alat ukur skala yangdigunakan pada penelitian ini adalah Acculturative Stress Scale for International Students (ASSIS) yang dikembangkan oleh Sandhu & Asrabadi (1999) danPsychological Well-Being Scale yang dikembangkan oleh Ryff (1989). Analisispada penelitian ini menggunakan software IBM SPSS Statistics version 26.0. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yangsignifikan antara stres akulturasi dan kesejahteraan psikologis pada migranIndonesia yang bekerja di perusahaan minyak dan gas di Qatar. Secara ringkas, semakin tinggi tingkat stres akulturasi maka semakin rendah tingkat kesejahteraanpsikologis, dan sebaliknya, semakin rendah stres akulturasi maka semakin tinggi kesejahteraan psikologis. Nilai koefisien korelasi yang dihasilkan sebesar r=- 0.681 dan signifikansi nilai p= 0.000 (p< 0.05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima.