Hubungan Antara Imunisasi Program PCV13 dengan Kejadian Pneumonia Pada Anak di Puskesmas Ngampilan dan Gondokusuman II Kota Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak, baik di tingkat global maupun nasional. Salah satu strategi pencegahan yang efektif adalah melalui imunisasi pneumokokus (PCV13) dalam program imunisasi nasional. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara imunisasi program PCV13 dengan kejadian pneumonia pada anak di Puskesmas Ngampilan dan Gondokusuman II Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case control. Subjek penelitian terdiri dari kelompok kasus (anak yang didiagnosis pneumonia) dan kelompok kontrol (anak yang tidak mengalami pneumonia), yang diambil dari rekam medis tahun 2022–2025. Data dianalisis secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik subjek, bivariat dengan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik biner untuk menentukan variabel independen yang paling berpengaruh terhadap kejadian pneumonia. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa status imunisasi PCV13 berhubungan secara signifikan dengan kejadian pneumonia (p = 0.023; OR = 2.598; CI 95% = 1.126–5.995). Anak yang tidak mendapat imunisasi lengkap memiliki risiko 2,6 kali lebih tinggi mengalami pneumonia. Berat badan lahir juga menunjukkan hubungan bermakna (p = 0.000; OR = 2.759; CI 95% = 2.759– 3.689). Namun, jenis kelamin, usia, dan status gizi BB/U tidak berhubungan signifikan dengan kejadian pneumonia. Analisis multivariat tidak dapat disimpulkan secara valid akibat kendala quasi-complete separation dalam model regresi. Kesimpulan: Imunisasi PCV13 dan berat badan lahir berhubungan signifikan dengan kejadian pneumonia. Imunisasi PCV13 dapat berperan sebagai faktor protektif terhadap kejadian pneumonia pada anak.