Standardisasi Parameter Spesifik dan Non Spesifik Ekstrak Meniran (Phyllanthus Niruri L.)
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar belakang: Meniran (Phyllanthus niruri L.) adalah tanaman obat yang banyak mengandung senyawa filantin, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai immunostimulant serta dapat memberikan efek hepaprotektor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan standardisasi parameter spesifik dan non spesifik ekstrak meniran dari Dlingo, Tawangmangu dan Purworejo yang mengacu pada literatur. Metode: Meniran yang digunakan berasal dari Dlingo, Tawangmangu dan Purworejo. Ekstraksi dengan metode maserasi selama 24 jam, kemudian ekstrak kental diuji parameter spesifik dan parameter non spesifik untuk mendapatkan ekstrak meniran terstandar.
Hasil: Rendemen ekstrak meniran Dlingo, Tawangmangu dan Purworejo berturut- turut 18,99 ; 18,60 ; 17,99%. Sari larut air 22,65 ; 22,10 ; 21,21 dan sari larut etanol
10,98 ; 10,68 ; 10,88%. Total kadar flavonoid 1,64 ; 0,99 ; 0,96%. Identifikasi dengan metode KLT densitometri menunjukkan nilai Rf ketiga daerah hampir sama dengan Rf standar kuersetin menandakan bahwa eskstrak meniran mengandung senyawa kuersetin. Susut pengeringan 6,8 ; 1,95 ; 7,63%, bobot jenis 0,92-0,93 g/ml, kadar air 5,83 ; 2,06 ; 5,98%, kadar abu total 6,18 ; 6,57 ; 6,77%, abu tidak larut asam 0,11 ; 0,13 ; 0,12%. Cemaran logam Pb 38 ; 37 ; 44 ppm, Cd 5 ; 5 ; 6 ppm, Cu 9 ; 9 ; 11 ppm dan cemaran bakteri dan jamur ≤10 koloni/ml. Kesimpulan: Nilai rendemen, total kadar flavonoid dan cemaran logam (Pb dan Cd) ekstrak meniran dari ketiga daerah tidak memenuhi persyaratan. Hasil uji parameter spesifik dan non spesifik ekstrak meniran sangat dipengaruhi oleh lokasi tempat tumbuh, ekstrak meniran yang berasal dari Dlingo memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan kedua sumber lainnya.