Perbandingan Hasil Analisa Struktur Balok Beton Bertulang Berdasarkan SNI 03-2847-2002 dan SNI 2847:2013 pada Bangunan Gedung Bertingkat Banyak
| dc.Identifier.NIM | 14511318 | |
| dc.contributor.author | Mufti Widyantara, Azfari | |
| dc.date.accessioned | 2024-10-14T07:58:18Z | |
| dc.date.available | 2024-10-14T07:58:18Z | |
| dc.date.issued | 2021 | |
| dc.description.abstract | Standar perencanaan di Indonesia mengalami pembaharuan dari tahun ke tahun. Pembaharuan terakhir dari standar perencanaan untuk struktur beton bertulang yaitu SNI 2847:2013 yang dimana standar tersebut menggantikan standar sebelumnya yaitu SNI 03-2847-2002. Terdapat beberapa perubahan pada SNI 2847:2013 yang seharusnya dipahami oleh pelaku teknis pada bidang struktur, terutama seorang perencana struktur. Salah satu perubahan yang mendasar pada SNI 2847:2013 yaitu dalam hal perencanaan komponen struktur lentur, yang dimana didasarkan pada regangan tarik netto dari tulangan baja tarik terluar (εt). Berdasarkan nilai εt, maka suatu penampang struktur lentur dapat dikategorikan sebagai penampang terkendali tarik, tekan, atau berada dalam zona transisi. Sedangkan pada SNI 03-2847-2002, nilai φ ditentukan seragam sebesar 0,8 sedangkan pada SNI 2847:2013 nilai φ diperbolehkan diambil sebesar 0,90 jika εt mencapai 0,005 atau lebih dan direduksi secara linier hingga εt mencapai batas minimum yang diizinkan sebesar 0,004. Metode analisis yang digunakan adalah dengan menganalisis struktur menggunakan bantuan software SAP2000 versi 21.1.0 dalam input pembebanan. Dalam analisis beban gempa menggunakan standar SNI 1726:2012, pembebanan pada gedung menggunakan standar SNI 1727:2013, dan untuk analisis dan desain balok menggunakan SNI 03-2847-2002 dan SNI 2847:2013. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa momen nominal yang dihasilkan berdasarkan SNI 2847:2013 relatif lebih besar dibandingkan SNI 03-2847-2002 dengan selisih terbesar yaitu 20,48649686% pada momen nominal positif (Mn+) daerah lapangan. Sedangkan untuk jumlah luas kebutuhan tulangan lentur dan sengkang, SNI 2847:2013 membutuhkan relatif lebih sedikit luas kebutuhan tulangan dengan selisih terbesar yaitu 20,22160665% untuk luas tulangan lentur daerah lapangan dan 50% untuk luas sengkang daerah tumpuan. | en_US |
| dc.identifier.uri | repository.uii.ac.id | |
| dc.publisher | Universitas Islam Indonesia | en_US |
| dc.subject | SNI 03-2847-2002, SNI 2847:2013, Momen Nominal, Luas Tulangan Lentur, Luas Sengkang | en_US |
| dc.title | Perbandingan Hasil Analisa Struktur Balok Beton Bertulang Berdasarkan SNI 03-2847-2002 dan SNI 2847:2013 pada Bangunan Gedung Bertingkat Banyak | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |