Evaluasi Kinerja Operasional dan Efektifitas Pelayanan Kereta Api Batara Kresna Jurusan Solo-wonogiri
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Transportasi adalah kebutuhan penting yang semakin dibutuhkan dengan meningkatnya urbanisasi di Indonesia, terutama di kota besar yang sering mengalami kemacetan. Kereta Api Batara Kresna belum dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat Solo dan Wonogiri, karena kurangnya sosialisasi, rendahnya load factor, rute terbatas, dan akses stasiun yang sulit. Sosialisasi dan peningkatan kinerja operasional diperlukan untuk meningkatkan penggunaan kereta ini. Penelitian ini mengevaluasi kinerja operasional,Kinerja pelayanan dan tingkat kepuasan Kereta Api Batara Kresna sudah sesuai dengan standar yang berlaku. Metode pengukuran kinerja operasional dilakukan dengan membandingkan hasil load factor, waktu tempuh, waktu berhenti, dan waktu tunda terhadap standar yang ditetapkan dalam PM 17 Tahun 2018, PM 63 Tahun 2019, serta SK.687/AJ.206/DRJD/2002 dari Perhubungan Darat. Sedangkan untuk mengukur kinerja pelayanan KRL dan stasiun, digunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) serta evaluasi kepuasan penumpang dengan metode Customer Satisfaction Index (CSI) pengambilan data menggunakan 100 responden, penelitian dilakukan pada hari Senin dan pada hari Sabtu. Evaluasi kinerja Kereta Batara Kresna rute Solo-Wonogiri menunjukkan bahwa waktu tempuh dan waktu tunda umumnya sesuai dengan standar. Waktu tempuh pada hari Sabtu dan Senin rata-rata 101-103 menit, dengan waktu tunda tertinggi 0,8 menit pada rute Wonogiri-Purwosari. Namun, ada kekurangan pada load factor dan waktu henti, terutama pada KA No. 692 hari Senin yang mencapai 11 menit, melebihi batas yang ditetapkan. Analisis IPA menunjukkan kebutuhan perbaikan pada pintu kereta, waktu kedatangan, tempat kursi roda, dan rak bagasi, sementara atribut seperti informasi dan kursi prioritas dianggap berlebihan. Berdasarkan CSI, tingkat kepuasan penumpang berada pada kategori "sangat puas" dengan skor 81,50% untuk rute Purwosari-Wonogiri dan 80,05% untuk rute Wonogiri-Purwosari.