Prosedur dan Hambatan Implementasi Penghapusan Aset Tetap tidak beroperasi Serta Pengaruhnya Terhadap Biaya Penyusutan pada PT. PLN (Persero) UP3 Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Perkembangan pada bidang perekonomian dan bisnis setiap negara di dunia menjadi faktor pemicu persaingan antar perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Persaingan ini memunculkan tuntutan atas relevansi serta keandalan laporan keuangan perusahaan yang berkesinambungan yang ditujukan agar tidak terjadi konflik antara pengguna laporan keuangan baik lingkup internal maupun eksternal, sehingga diperlukan manajemen perusahaan yang tepat pada pengelolaan komponen-komponen yang ada dalam perusahaan. Penulisan ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif berupa observasi, wawancara dan dokumentasi pada PT.PLN (Persero) UP3 Yogyakarta. Berdasarkan data yang ditemukan bahwa aset yang tidak beroperasi masih masuk dalam status aset beroperasi dan apabila tidak segera diusulkan akan menambah biaya akumulasi penyusutan. Biaya penyusutan menjadi salah satu unsur biaya operasional perusahaan yang berpengaruh terhadap laba perusahaan karena mengurangi pendapatan. Selain biaya penyusutan, adapun biaya yang akan berdampak yaitu biaya pemeliharaan operasional gudang. Oleh karena itu, perusahaan harus mengembangkan strategi yang lebih efisien dan efektif untuk mengelola aset tidak beroperasi ini agar tidak membebani operasional dan kinerja keuangan dalam jangka panjang. Dengan demikian, disimpulkan bahwa pada implementasinya sistem pengelolaan aset masih terdapat berbagai hambatan berupa kurangnya kelengkapan data administrasi dan belum terinventarisasinya aset secara rapi serta retur material yang tidak rutin semakin memperumit pengelolaan data aset. Sehingga penulis memunculkan rekomendasi yaitu berupa penerapan sistem digitalisasi aset yang terintegrasi agar dapat membantu melacak kondisi secara lebih akurat, untuk mempercepat proses identifikasi.