Evaluasi Terapi Obat pada Penanganan Pasien Infark Miokard Akut di Instalasi Rawat Inap RSUD Kota Yogyakarta Tahun 2005
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Pada penelitian ini telah dilakukan evaluasi terapi obat pada penanganan pasien infark miokard akut (IMA) di instalasi rawat inap RSUD Kota Yogyakarta selama tahun 2005. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi pasien IMA, mengetahui gambaran penggunaan obat, serta mengevaluasi tingkat kesesuaian terapi obat yang digunakan dengan pedoman, yaitu National Guideline Clearinghouse (NGC) "Myocardial infarction" tahun 2005. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat retrospektif, dengan metode deskriptif non analitik, dengan mengambil data dari rekam medis selama tahun 2005 di RSUD Kota Yogyakarta. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, prevalensi pasien IMA berdasarkan jenis kelamin, 75,61 %kasus terjadi pada laki-laki, dan 24,39 %kasus terjadi pada perempuan. Prevalensi pasien IMA berdasarkan usia, 2,44 %kasus terjadi pada kelompok usia 20-29 tahun, 17,07 %pada kelompok usia 30-39 tahun, 21,95 %pada kelompok usia 40-49 tahun, 14,63 %pada kelompok usia 50-59 tahun, dan 43,90 %terjadi pada kelompok usia >60 tahun. Sedangkan prevalensi berdasarkan diagnosa, kasus IMA tanpa penyakit penyerta sebesar 34,15 %dan 65,85 %merupakan kasus IMA dengan penyakit penyerta. Terapi obat yang paling banyak digunakan adalah terapi 3kombinasi, yaitu nitrat, antiplatelet, antikoagulan, sebesar 21,95 %. Untuk tingkat kesesuaian penggunaan obat yaitu golongan nitrat 100%, analgesik opioid 100 %, antiplatelet 95,12 % antikoagulan 75,61 %, ACE134,15%, beta blocker 17,70%, golongan fibrinolitik 0%(tidak digunakan). Sedangkan untuk dosis, aturan pakai, dan cara pemberian obat tingkatkesesuaiannya 94,44%.