Analisis Hubungan Terapi Hipoglikemia Terhadap Kontrol Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Inap di RS PKU Muhammadiyah Gamping
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang: Hipoglikemia merupakan komplikasi paling umum yang disebabkan oleh penggunaan obat antidiabetik oral terutama insulin maupun sulfonilurea yang merangsang sekresi insulin. Angka kejadian hipoglikemia terus meningkat mengikuti peningkatan kejadian diabetes melitus tipe 2 di Indonesia. Oleh sebab itu, perlu adanya identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipoglikemia untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien diabetes melitus Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran sosiodemografi ,tatalaksana hipoglikemia dan faktor faktor yang dapat mempengaruhi kadar glukosa darah pasien hipoglikemia dengan diabetes melitus di RS PKU Muhammadiyah Gamping Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan studi potong lintang yang bersifat deskriptif dengan pendekatan retrospektif data rekam medik pasien hipoglikemia dengan diabetes melitus pada tahun 2022-2023. Hasil: Penelitian melibatkan 65 pasien hipoglikemia dengan diabetes melitus, mayoritas lansia berusia 60-84 tahun (84,62%), perempuan (55,38%),BMI di atas normal (61.55%),komorbid hipertensi (45%),dan tipe hipoglikemia terbanyak level 3 (56,92%).Tatalaksana hipoglikemia didominasi pemberian terapi Dextrosa 40%,dengan kesesuaian terapi yang sesuai 38 pasien. Terdapat hubungan antara kesesuaian terapi dengan outcome terapi. Kesimpulan: Mayoritas pasien hipoglikemia di RS PKU Muhammadiyah Gamping adalah lansia,perempuan,BMI di atas normal dengan komorbid hipertensi.Tatalaksana hipoglikemia dominan menggunakan terapi Dextrosa 40%.Terdapat hubungan antara kesesuaian terapi dengan outcome terapi.