Hubungan Fungsi Keluarga Terhadap Prevalensi Depresi pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Ngaglik 2 Sleman Yogyakarta
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Latar Belakang : Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa depresi lebih sering terjadi pada populasi pasien diabetes dibandingkan dengan populasi secara umum. Penanganan depresi adalah dengan memberikan perhatian dan dukungan yang baik. Mengatasi depresi akan lebih mudah dilakukan dengan adanya bantuan dari keluarga. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan fungsi keluarga terhadap prevalensi depresi pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Ngaglik 2 Sleman Yogyakarta. Metode : Penelitian ini berlokasi di wilayah kerja Puskesmas Ngaglik 2 Sleman Yogyakarta dan sekitarnya. Jumlah subyek dalam penelitian ini berjumlah 95 responden. Metode yang digunakan menggunakan pendekatan crosssectional,. Analisis data dilakukan menggunakan software SPSS dengan analisis data menggunakan metode Chi-Square. Hasil : Didapatkan gambaran responden terbanyak dengan fungsi keluarga baik yang tidak mengalami depresi sebanyak 73 responden (76,8%) responden dengan fungsi keluarga cukup yang mengalami gejala depresi ringan sebanyak 15 responden (15,8%), responden dengan fungsi keluarga cukup yang tidak mengalami depresi sebanyak 3 responden (3,2%), responden dengan fungsi keluarga kurang yang mengalami depresi ringan sebanyak 3 responden (3,2%), dan responden dengan fungsi keluarga kurang yang mengalami depresi sedang sebanyak 1 responden (1,1%). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara fungsi keluarga terhadap kejadian depresi pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Ngaglik 2, Sleman Yogyakarta