Implementasi 5D BIM dalam Perencanaan Biaya Pekerjaan Struktur Gedung ( Studi kasus : Pembangunan Gedung Aula Poltekes Tanjungkarang )
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Era Konstruksi 4.0 menuntut transformasi digital untuk mengatasi keterbatasan metode
data proyek dalam estimasi biaya yang mengandalkan interpretasi gambar 2D dan perhitungan
manual. Praktik tradisional menghadapi tantangan signifikan berupa human error, inkonsistensi
quantity take-off, dan ketidakakuratan perencanaan anggaran yang berpotensi menyebabkan cost
overrun hingga 25% pada proyek konstruksi. Penelitian ini mengidentifikasi kebutuhan urgensi akan
metodologi presisi yang dapat mengeliminasi kesalahan interpretasi dan meningkatkan akurasi
estimasi biaya struktur bangunan.
Implementasi 5D Building Information Modeling menggunakan integrasi Software
Autodesk Revit untuk pemodelan 3D dan Bexel Manager untuk analisis biaya pada studi kasus
Gedung Aula Poltekes Tanjungkarang. Penelitian kuantitatif komparatif dilakukan pada komponen
struktural (pondasi, kolom, balok, plat lantai, rangka atap) dengan Level of Development (LOD) 350,
menggunakan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) 2022 sebagai dasar perhitungan biaya.
5D BIM menghasilkan selisih biaya 12,80% (Rp1.077.975.635,50) dengan pengrendahan
tertinggi pada struktur atap (34,33%) dan eliminasi human error melalui clash detection dan
connected model automation. Temuan membuktikan bahwa BIM 5D tidak hanya mengoptimalkan
cost control tetapi mentransformasi paradigma perencanaan konstruksi menuju digitalisasi yang
memberikan keunggulan kompetitif berkelanjutan bagi industri konstruksi Indonesia.