Prarancangan Pabrik Biohidrogen Dari Domestic Wastewater Dengan Proses Elektrokoagulasi Kapasitas 5.000 Ton/Tahun
Files
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
DOI
Abstract
Penggunaannya yang luas di berbagai sektor kehidupan terutama industri menyebabkan tingginya kebutuhan hidrogen di dalam negeri. Kebutuhan hidrogen tidak hanya dipenuhi dari pabrik hidrogen dalam negeri melainkan dari hasil kegiatan impor. Pendirian pabrik Biohidrogen dengan kapasitas 5.000 ton/tahun berbahan baku air limbah domestik dapat menjadi solusi pemenuhan kebutuhan hidrogen dalam negeri dan sebagai upaya pemanfaatan air limbah domestik agar mengurangi risiko pencemaran air bersih. Pabrik beroperasi secara kontinu selama 330 hari/tahun. Pabrik Biohidrogen direncanakan akan dibangun di Bojongmanggu, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dengan luas lahan sebesar 49.000 m . Biohidrogen diproduksi dengan menggunakan reaktor elektrokoagulasi yang beroperasi pada suhu 25°C dan tekanan 1 atm. Kemudian dilanjutkan pemisahan gas H2 melalui separator dan proses adsorbsi untuk memperoleh gas H2 dengan kemurnian 99,99%. Untuk menghasilkan hidrogen selama satu kali reaksi diperlukan input air limbah domestik sebanyak 15.057,65 kg/jam yang sebelumnya sudah dilakukan treatment dengan beberapa alat proses seperti screen chamber dan grit chamber. Selain hidrogen, didapatkan output berupa air bersih yang dimanfaatkan sebagai penyedia kebutuhan air bersih pabrik. Kebutuhan listrik pabrik dipasok dari PLN dengan total daya sebesar 52.084,15 kW. Agar dapat beroperasi, pabrik Biohidrogen membutuhkan modal tetap sebesar Rp 635.944.741.922,73 dan modal kerja sebesar Rp 96.018.858.346,38. Hasil analisis berdasarkan ketersediaan bahan baku, peluang penjualan produk, dan kondisi operasi yang dijalankan, maka pabrik tergolong berisiko rendah. Dari evaluasi ekonomi didapatkan nilai ROIb 19,60%, POTb 3,38 tahun, BEP 41,87%, SDP 10,73%, dan DCFR 18,52% sehingga dapat disimpulkan bahwa pabrik 2 layak untuk berdiri.