Analisis Probabilitas Perpindahan Pemilihan Moda Transportasi Pelaku Perjalanan Menuju Stasiun Yogyakarta (Studi Kasus: Dari Taksi Online Dan Mobil Pribadi Ke Bus Trans Jogja)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Islam Indonesia
DOI
Abstract
Stasiun Yogyakarta dapat diakses melalui berbagai moda transportasi, seperti Bus Trans
Jogja, taksi online, dan kendaraan pribadi. Bus Trans Jogja, sebagai transportasi umum yang
terjangkau, memiliki rute strategis di Yogyakarta, termasuk stasiun kereta api. Namun, Stasiun
Yogyakarta tidak memiliki halte Bus Trans Jogja, sementara halte terdekat yang berada 250 meter
sudah tidak berfungsi. Hal ini mempersulit perpindahan moda bagi pengguna kereta api, diperburuk
oleh kemacetan di sekitar stasiun akibat akses semua moda transportasi. Untuk meningkatkan
pelayanan dan memahami preferensi moda, dilakukan analisis pemodelan pemilihan moda Bus
Trans Jogja. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecenderungan penumpang dan faktor-
faktor yang mempengaruhi pemilihan Bus Trans Jogja sebagai moda transportasi menuju Stasiun
Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan data primer berupa kuesioner stated preference dengan 380
responden yang diperoleh melalui wawancara langsung dan online, serta data sekunder dari instansi
terkait dan literatur. Analisis deskriptif dan crosstab menggambarkan karakteristik responden,
sementara regresi linier berganda digunakan untuk membentuk model dan mengidentifikasi
probabilitas pilihan moda.
Hasil crosstab menunjukkan mahasiswa memiliki frekuensi perjalanan harian tertinggi
(20,8%). Moda paling sering dipilih adalah mobil pribadi, dominan pada kelompok pendapatan
Rp6.000.000–Rp7.999.999 (19,5%), dengan tujuan utama rekreasi (13,9%). Fleksibilitas menjadi
alasan utama pemilihan moda (17,4%), dominan pada wanita usia 36–45 tahun (12,1%). Skenario
terbaik untuk mengalihkan pengguna taksi online dan mobil pribadi ke Bus Trans Jogja terjadi pada
skenario 6 dengan tarif Rp2.700, waktu tempuh 2,4 menit/km, serta peningkatan keamanan dan
kenyamanan, dengan probabilitas rata-rata masing-masing 66,1% dan 68,9%.